Matahari beranjak naik di atas Langkat ketika orang-orang dari Jakarta itu datang. Berdasarkan catatan kronologi di lapangan, para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tiba pada Rabu pagi dengan satu tujuan yang pasti. Mereka mendatangi kantor-kantor pemerintahan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk mencari lembaran-lembaran kertas dan bukti tersembunyi mengenai dugaan suap proyek yang melibatkan Bupati Langkat nonaktif, Syah Afandin alias Ondim.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut laporan saksi mata di lokasi, penggeledahan dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Para penyidik bergerak dalam diam, dikawal oleh personel Brimob bersenjata lengkap yang berdiri tegap menjaga pintu-pintu masuk. Mereka memeriksa ruangan demi ruangan di Kantor Bupati Langkat, Kantor Dinas Pendidikan Langkat, Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Ruang pribadi di rumah dinas sang bupati pun tidak luput dari pemeriksaan yang dingin dan teliti.
Waktu berjalan lambat di bawah kawalan senapan. Menurut kesaksian di tempat kejadian, petugas baru menyelesaikan tugasnya dan meninggalkan Kantor Dinas Pendidikan Langkat sekitar pukul 15.00 WIB. Ketika mereka keluar menembus udara sore, mereka membawa tiga koper besar dan satu kotak ringkih. Di dalam koper-koper itulah tersimpan dokumen-dokumen yang mereka cari, yang akan berbicara banyak di depan meja hijau nanti.
Berdasarkan keterangan dari pihak berwenang, rangkaian penggeledahan besar ini berkaitan erat dengan penanganan kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Langkat untuk periode anggaran 2025-2026. Lembaga antirasuah tersebut sebelumnya telah menetapkan Syah Afandin sebagai tersangka utama. Ia tidak jatuh sendirian, karena KPK juga menyeret seorang pria dari pihak swasta yang selama ini dikenal sebagai tim suksesnya, Yaqub Abdhal Al Mu’arif. Kini, kota itu kembali tenang, menanti kelanjutan dari apa yang ditemukan para penyidik di dalam koper-koper tersebut.