LUBUK PAKAM – Angin bertiup rendah di atas rumput Stadion Baharoeddin Siregar. Di sana, 618 peserta didik jenjang SMP dari seluruh penjuru Kabupaten Deli Serdang berkumpul. Mereka datang untuk bertanding dalam Gala Siswa Indonesia (GSI) Cabang Sepak Bola dan Turnamen Catur Tahun 2026. Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, membuka langsung kompetisi tersebut pada Rabu, 8 Juli 2026. Ini adalah sebuah langkah nyata untuk melahirkan atlet-atlet muda berbakat sejak usia sekolah.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan panitia, turnamen besar ini akan berlangsung hingga Jumat, 10 Juli 2026. Lapangan hijau menjadi saksi bagi 288 siswa yang terbagi dalam 16 tim kecamatan, di mana setiap tim diperkuat oleh 18 pemain sepak bola terbaiknya. Di tempat yang berbeda, keheningan yang mencekam menyelimuti turnamen catur. Sebanyak 330 peserta dari 22 kecamatan ikut ambil bagian, yang terdiri atas 132 siswa putra, 132 siswa putri, serta 66 guru pendamping.
Menurut Bupati Asri Ludin Tambunan, setiap anak dilahirkan dengan takdir dan potensi yang berbeda-beda. Keberhasilan seorang siswa tidak boleh hanya diukur dari angka-angka di atas kertas rapor akademik. Ruang-ruang kreativitas dan lapangan olahraga adalah tempat lain di mana masa depan mereka ditempa dengan keras.
"Tidak semua anak memiliki keunggulan pada bidang intelektual. Banyak juga yang berbakat di bidang olahraga ataupun kreativitas. Tugas pemerintah adalah membuka ruang agar seluruh potensi itu berkembang dan menjadi bekal mereka meraih masa depan," ujar Bupati dengan nada penuh penekanan.
Berdasarkan pandangan matangnya, catur dan sepak bola bukanlah sekadar permainan fisik semata. Keduanya menuntut kecerdasan membaca situasi dan kemampuan berpikir strategis yang tajam. Pembinaan olahraga sejak dini di Deli Serdang dianggap sebagai investasi jangka panjang yang krusial untuk melahirkan juara-juara baru di tingkat provinsi maupun nasional.
Bupati meminta agar perjuangan para siswa dihargai dengan layak. Penghargaan akan diberikan kepada pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, serta juara turnamen catur. Mereka yang menang akan membawa pulang uang pembinaan dan perlengkapan olahraga yang baru. Lebih dari itu, pemerintah juga menjanjikan jalur prestasi agar mereka bisa menembus jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Saya akan berupaya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar anak-anak Deli Serdang yang memiliki prestasi olahraga mendapat kesempatan masuk SMA melalui jalur prestasi. Mereka harus memiliki peluang yang sama untuk meraih cita-cita," tegas Bupati.
Sebelum kompetisi dimulai dan peluit pertama ditiup, Bupati memberikan pesan terakhir yang dingin namun membakar semangat. Dia mengingatkan bahwa kemenangan tanpa kehormatan adalah sebuah kekosongan.
"Jadilah juara dengan cara yang baik. Prestasi yang diraih dengan kejujuran dan kerja keras akan menjadi bekal untuk masa depan," pesannya menutup upacara pembukaan.