Kabupaten Ciamis menyaksikan pergantian kepemimpinan para tabib. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, berdiri dan menegaskan sebuah prinsip tua bahwa profesi dokter adalah tugas yang mulia. Menurut beliau, seorang dokter memikul tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Pelayanan itu harus tegak lurus tanpa membedakan suku, agama, maupun status sosial yang melekat pada manusia.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pernyataan tersebut disampaikan dengan lugas saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kabupaten Ciamis periode 2026–2029. Acara itu berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis pada Jumat petang. Ruangan itu menjadi saksi pergantian tongkat estafet organisasi para dokter.
Berdasarkan laporan jalannya acara, dr. H. Rizali Sofiyan resmi dilantik sebagai Ketua IDI Cabang Kabupaten Ciamis periode 2026–2029. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh dr. Budi Ahmad Rasas. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua IDI Jawa Barat, dr. Mohamad Luthfi, dan disaksikan oleh jajaran pemerintah daerah serta para tamu undangan.
Bupati Herdiat menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pengurus IDI periode sebelumnya. Dedikasi dan pengabdian mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan selama empat tahun terakhir adalah kerja keras yang nyata. Menurut Herdiat, profesi ini penting karena bertaruh langsung dengan keselamatan dan kualitas hidup manusia. Ilmu dan kemampuan yang dimiliki harus dikerahkan sepenuhnya.
Ia juga mengingatkan para pengurus IDI yang baru agar menjadikan amanah organisasi ini sebagai wadah pengabdian yang tulus. Pelayanan kesehatan harus dihadirkan secara profesional, berkualitas, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar. Tantangan zaman menuntut dokter untuk terus belajar.
Berdasarkan pandangannya, Herdiat mendorong para dokter untuk terus menaikkan kompetensi mereka. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran bergerak cepat. Para dokter harus mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang kian hari kian rumit.
Menurut Ketua IDI Jawa Barat, dr. Mohamad Luthfi, dunia kedokteran saat ini memang sedang menghadapi tantangan yang tidak mudah. Perkembangan teknologi melesat tinggi dan ekspektasi masyarakat terhadap mutu layanan kesehatan terus meningkat. Kolaborasi antarlembaga dan dukungan penuh terhadap tenaga medis menjadi kunci utama untuk menciptakan pelayanan yang aman dan berkualitas bagi semua orang.