Sebuah gagasan lama kembali datang. Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda terus berjalan dengan sunyi namun pasti. Di dalam ruang-ruang rapat, orang-orang membicarakannya dengan serius. Komisi I DPRD Jawa Barat telah menyelesaikan pembahasan bersama komunitas pengkaji, dan keputusan kini berada di tangan pemerintah daerah.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Rapat kerja digelar pada Selasa malam. Pertemuan itu melahirkan poin-poin yang tegas. Berdasarkan penuturan Ketua Komisi I DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Djati pada Rabu, usulan dari Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat adalah sebuah aspirasi nyata yang datang dari masyarakat luas. "Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat yang mengusulkan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda merupakan aspirasi masyarakat yang harus diapresiasi untuk dikaji dan ditindak lanjuti," ujar Rahmat.
Langkah berikutnya adalah hukum dan birokrasi. Menurut penjelasan Rahmat, tata tertib DPRD mengharuskan hasil rekomendasi ini diserahkan langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Di sana, usulan tersebut akan diperiksa dengan teliti. "Terkait kajian dan tindak lanjut perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda, sesuai mekanisme tata tertib DPRD diserahkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk dikaji dan ditindaklanjuti sesuai perundang-undangan," ucapnya dengan tenang.
Namun perkara ini bukan sekadar mengganti nama pada peta. Menurut pandangan legislatif, budaya harus diperkuat dari akar yang paling dasar, yaitu anak-anak sekolah. DPRD Jabar menyarankan agar Dinas Pendidikan segera menyusun kurikulum baru yang memuat nilai-nilai lokal. "Seiring dengan proses kajian dan tindak lanjut oleh pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, komisi 1 merekomendasikan untuk memperkuat nilai budaya sunda agar di kembangkan melalui kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal di setiap jenjang pendidikan di Jawa Barat," kata Rahmat menambahkan.
Penguatan budaya ini memiliki bentuk yang konkret. Berdasarkan rencana yang disusun, sektor pendidikan di Jawa Barat akan menerapkan kurikulum Pancawaluya. Ajaran-ajaran kuno tentang kehidupan bersama yang baik harus dihidupkan kembali di ruang kelas. "Memperkuat nilai budaya Sunda yang dimaksud seperti kurikulum pendidikan Pancawaluya, praktikum dari nilai ajaran Sunda, silih asah silih asuh silih asih wawangi dalam demokratisasi pembangunan hingga mengembangkan bahasa serta seni budaya sunda dalam pendidikan," pungkas Rahmat.