Jalan itu adalah tempat yang keras, dan sebuah lubang di sana adalah musuh bagi setiap orang yang berkendara. Di persimpangan Jalan Senam dan Jalan Halat, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota, sebuah lubang menganga yang selama ini mengancam orang-orang akhirnya menyerah. Tanah di sana kini sudah padat kembali. Kendaraan-kendaraan melintas di atasnya tanpa harus melambat karena takut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan amatan di lokasi pada hari Kamis, lubang itu telah diisi dengan pasir dan batu-batu. Mereka meratakannya dengan baik. Menurut seorang warga bernama Alfi, pengerjaan itu dilakukan sekitar dua minggu yang lalu. "Kalau tidak salah sekitar Hari Jumat dua minggu lalu. Waktu itu masih dipadatkan dulu tanahnya sama mereka, supaya enggak ambruk lagi mungkin," ujar Alfi dengan tenang. Dia mengingat hari-hari ketika jalanan itu rusak dan berbahaya bagi setiap orang.
Laki-laki dan perempuan yang melintas di sana kini merasa aman. Alfi mengaku bersyukur karena lubang tersebut telah ditutup. Jalan yang baik adalah hak bagi orang-orang yang bergerak. "Ya syukurlah, enggak ada yang jatuh lagi jadinya. Soalnya kemarin lama juga enggak ditutup-tutup, padahal sudah beberapa dipasang tali dan kayu," tambah Alfi. Dia telah melihat banyak hal di persimpangan itu, dan melihat perbaikan adalah hal yang bagus.
Sebelum penutupan itu dilakukan, jalanan tersebut adalah cerita tentang kelalaian. Berdasarkan pengamatan sebelumnya pada akhir Juni, lubang itu memiliki kedalaman sekitar 30 sentimeter. Di dalamnya penuh bebatuan tajam. Orang-orang memasang tali di sekitarnya, sebuah tanda peringatan yang rapuh agar pengendara tidak terjatuh ke dalamnya.
Menurut seorang warga setempat bernama Imran, lubang itu bermula dari sebuah truk besar. Satu bulan yang lalu, truk itu melintas dari Jalan Halat menuju Jalan Senam. Beban truk itu terlalu berat untuk tanah yang rapuh. "Ada truk lewat waktu itu, mungkin ini jalannya agak kopong karena di bawahnya ada pipa, jadi ambruk. Kalau tidak salah sudah satu bulan yang lalu kejadiannya," ujar Imran. Dia tahu bagaimana tanah bisa menipu di bawah aspal.
Lubang itu telah menjebak beberapa kendaraan sebelum ia ditutup. Imran mengatakan, beberapa kali ban mobil sempat masuk ke dalam lubang. "Sempat beberapa kali memang setengah bannya masuk. Tapi enggak sampai masuk semua, ya memang bahaya juga ini," katanya. Beberapa petugas dari instansi terkait sempat datang dan mengambil foto, namun tindakan baru datang kemudian setelah Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, memerintahkan UPT terdekat untuk melakukan penambalan. Kini, urusan dengan lubang itu telah selesai.