Ada ketegangan yang dingin di udara. Penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dipastikan akan memimpin lini depan dalam pertandingan babak 16 besar melawan Belgia. Keputusan ini memicu badai. FIFA kemudian mengeluarkan pernyataan baru tentang keputusan mereka menangguhkan hukuman kartu merah sang pemain, setelah gelombang protes datang dari dunia sepak bola.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pria berusia 25 tahun itu menjadi pusat kontroversi besar. Dia mendapat kartu merah saat Amerika Serikat menang 2-0 atas Bosnia di San Francisco Bay Area Stadium pada 2 Juli. Sepatunya secara tidak sengaja mengenai betis lawan. Itu tampak seperti akhir dari turnamen baginya, sebuah pukulan telak bagi tim yang sedang berjuang keras.
Namun, keajaiban hukum terjadi di luar lapangan hijau. Berdasarkan laporan yang beredar, intervensi datang dari pengacara yang diutus oleh Gedung Putih dan sebuah panggilan telepon dari Donald Trump. Presiden FIFA Gianni Infantino kemudian mengizinkan hukuman larangan bertanding satu laga itu ditangguhkan selama satu tahun. FIFA menggunakan Pasal 27 dari kode disiplin mereka sebagai dasar tindakan tersebut.
Dunia sepak bola tidak menerimanya dengan tenang. Pengamat seperti Wayne Rooney mengecam keras dan menyebut keputusan itu sebagai "absolute disgrace". Federasi Sepak Bola Belgia segera mengajukan banding terhadap apa yang mereka sebut sebagai keputusan "April Mop". Namun waktu terus berjalan, dan satu jam sebelum sepak mula, FIFA merilis pernyataan baru yang membela diri. Mereka mengklaim bahwa asosiasi memiliki "kebijaksanaan" untuk menerapkan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.
Balogun tetap masuk dalam daftar susunan pemain. Dia berdiri di lini depan bersama Christian Pulisic dan Serginio Dest. Menurut koresponden TalkSport Ben Jacobs, FIFA mengeluarkan pernyataan yang menolak tuduhan bahwa mereka telah memanipulasi aturan. FIFA menyatakan bahwa mereka memiliki hak penuh untuk "suspend the implementation of any disciplinary measures".
Menurut pernyataan resmi dari badan sepak bola dunia tersebut, "The exercise of such discretion is fully consistent with the general guiding principles for the determination of the applicable disciplinary sanction pursuant to Article 25 of the FIFA Disciplinary Code." Mereka menambahkan bahwa hukuman itu tetap tertidur selama masa percobaan dan hanya akan diaktifkan jika sang pemain melakukan pelanggaran serupa.
Jacobs menunjukkan bahwa tidak ada alasan kuat yang diberikan selain hak "kebijaksanaan" tersebut. Pertandingan babak 16 besar ini akan menjadi pertempuran yang keras. Amerika Serikat ingin mengguncang Belgia, sebuah negara Eropa yang sejarah turnamen internasionalnya penuh dengan kekecewaan. Bintang-bintang tua Belgia duduk di bangku cadangan, sementara anak-anak muda Amerika Serikat siap bertarung di hadapan pendukungnya sendiri.