Suara Kabayan Suara Kabayan
/home / daerah / DPRD Jabar Sepakat Bahas Usulan...
DAERAH

DPRD Jabar Sepakat Bahas Usulan Perubahan Nama Provinsi Sunda

Gedung DPRD Jawa Barat tempat pembahasan usulan perubahan nama menjadi Provinsi Sunda

Gedung DPRD Jawa Barat tempat pembahasan usulan perubahan nama menjadi Provinsi Sunda

Angin perubahan bertiup di koridor gedung perwakilan rakyat, membawa serta sebuah nama lama yang ingin dilahirkan kembali. Berdasarkan laporan resmi, Komisi I DPRD Jawa Barat kini telah menyepakati usulan untuk mengubah nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda. Langkah ini menandai dimulainya babak baru dalam proses legislasi, sebuah upaya untuk menanggalkan penunjuk geografis dan merengkuh kembali akar sejarah yang dalam.

Menurut pandangan akademisi sekaligus koordinator pendukung usulan tersebut, Ganjar Kurnia, nama Sunda sejatinya jauh lebih jujur dalam merepresentasikan sejarah, budaya, bahasa, dan jati diri masyarakat setempat. Baginya, nama Jawa Barat selama ini hanyalah sebuah kompas yang menunjuk arah mata angin, bukan sebuah jiwa. Namun, ia mengingatkan dengan nada yang getir bahwa sebuah nama baru tidak boleh berhenti sebagai simbol identitas yang mati.

Dari pantauan redaksi di lapangan, perubahan nama sebuah wilayah bukanlah sekadar perkara mengganti papan nama di gerbang batas kota. Ganjar Kurnia menjelaskan bahwa hukum di Indonesia memang menyediakan jalan untuk itu, seperti halnya Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang bersalin rupa menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Namun, jalan itu berliku dan dipenuhi konsekuensi administratif yang berat, mulai dari perombakan dokumen negara hingga anggaran yang tidak sedikit.

Dari pengamatan tim redaksi terhadap dinamika sosial yang ada, kemakmuran sebuah negeri tidak pernah ditentukan oleh keelokan namanya. Ganjar Kurnia menegaskan bahwa perubahan nama tidak akan pernah menjadi jaminan bagi membaiknya tata kelola pemerintahan atau meningkatnya isi dompet rakyat. Hal-hal yang nyata tetaplah tentang bagaimana kualitas pelayanan publik, mutu pendidikan, akses kesehatan, dan ketersediaan lapangan kerja bagi orang-orang biasa.

Pergantian nama ini, menurut analisis yang berkembang, hanya akan bermakna jika ia menjadi fajar bagi kebijakan baru yang lebih berpihak pada rakyat kecil. Tanpa adanya reformasi birokrasi yang berani dan perubahan arah pembangunan yang radikal, nama Sunda yang agung hanya akan berakhir menjadi slogan kosong di atas kertas. Identitas yang kuat harus mampu menjaga keberagaman serta kelestarian alam yang menjadi tempat bernaung manusia di dalamnya.

// TOPICS
#provinsi_sunda #jawa_barat #dprd_jabar #ganjar_kurnia #kultural #berita_politik
Jurnalis Senior - Spesialis Politik & Ekonomi Nasional

Dewi Sartika adalah jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 12 tahun meliput dinamika politik dan ekonomi Indonesia. Keahliannya dalam menganalisis kebijakan pemerintah, isu legislatif, dan tren ekonomi makro menjadikannya rujukan utama bagi pembaca yang haus akan informasi akurat dan mendalam. Telah meliput berbagai peristiwa penting seperti pemilu, sidang kabinet, konferensi ekonomi internasional, dan wawancara eksklusif dengan tokoh-tokoh kunci nasional.