Suara Kabayan Suara Kabayan
/home / daerah / Memburu TBC di Sulawesi Barat:...
DAERAH

Memburu TBC di Sulawesi Barat: Perang Sunyi Melawan Bakteri

Pemeriksaan kesehatan paru-paru untuk deteksi dini tuberkulosis di Sulawesi Barat

Pemeriksaan kesehatan paru-paru untuk deteksi dini tuberkulosis di Sulawesi Barat

Lelaki itu batuk dan dadanya terasa panas, namun ia tetap bekerja di ladang. Di Sulawesi Barat, batuk bukan lagi sekadar tanda cuaca buruk. Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, sebanyak 1.743 kasus tuberkulosis telah ditemukan dan dicatat hingga pertengahan tahun ini. Angka itu nyata, tertulis di atas kertas putih di bawah lampu kantor yang temaram.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar, Nursyamsi Rahim, angka itu hanyalah awal dari sebuah perburuan panjang. Target perkiraan mencapai 5.002 kasus. Artinya, ada 3.259 orang lainnya yang masih berjalan di bawah matahari, batuk di kedai kopi, dan menularkan bakteri tanpa mereka ketahui. "Baru sekitar 34,8 persen kasus yang berhasil kita temukan dan diobati hingga pertengahan tahun ini," ucap Nursyamsi Rahim dengan nada suara yang berat.

Bakteri itu tidak terlihat, namun ia bekerja setiap hari. Dari pengamatan redaksi di lapangan, udara di pesisir dan pegunungan Sulawesi Barat terasa lembap, tempat yang disukai oleh kelemahan paru-paru. Mereka yang belum terdeteksi, sekitar 65 persen dari total perkiraan, berpotensi menularkan penyakit ini kepada sepuluh hingga lima belas orang di sekeliling mereka setiap tahunnya. Ini adalah ancaman yang tenang namun mematikan.

Harsalim, seorang Epidemiolog Kesehatan Dinkes P2KB Sulbar, berdiri di dekat jendela dan memandang jalanan. Menurut pengamatannya, ketakutan terbesar masyarakat bukanlah penyakit itu sendiri, melainkan rasa malu. Stigma membuat orang-orang menyembunyikan batuk mereka. "Masyarakat tidak perlu takut atau malu. Deteksi TBC saat ini sudah menggunakan alat canggih Tes Cepat Molekuler yang akurat. Terpenting, seluruh pemeriksaan dan obat-obatan TBC disediakan secara gratis oleh pemerintah di puskesmas," kata Harsalim.

Pemerintah provinsi kini memilih untuk bertarung secara terbuka. Melalui gerakan aktif penemuan kasus, mereka mendatangi rumah-rumah, mencari tanda-tanda kelemahan di dada manusia. Langkah berani ini diambil demi mengejar mimpi besar tentang tanah yang bersih dari penyakit. Ini adalah komitmen untuk mewujudkan visi Sulbar Maju dan Sejahtera, sebuah perjuangan yang membutuhkan ketabahan seorang lelaki di tengah laut.

// TOPICS
#sulawesi_barat #tuberkulosis #kesehatan #dinkes_sulbar #berita_daerah #penyakit_menular
Tim Jurnalis Nasional & Daerah

Redaksi Suara Kabayan terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita nasional dan daerah paling lengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.