Angin berembus membawa aroma tanah basah di Makassar, tempat para lelaki tangguh berkumpul membicarakan masa depan ladang mereka. Di balik dinding Balai Prajurit Jenderal TNI M Yusuf yang kokoh, sebuah rencana besar untuk tanah air sedang ditempa. Berdasarkan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, sebanyak 40.000 Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP kini sedang dikejar pembangunannya agar segera beroperasi penuh pada Oktober 2026 guna menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi di pelosok desa.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Fokus pemerintah saat ini adalah menyelesaikan apa yang telah dimulai tanpa keraguan. Menurut Zulkifli Hasan setelah menghadiri pertemuan dengan Apdesi se-Sulawesi Selatan, kementerian terkait telah sepakat untuk memprioritaskan puluhan ribu koperasi ini. "Sekarang fokus kita selesaikan. Saya sudah rapat dengan badan dan seluruh kementerian terkait, fokus tahun ini untuk 40 ribu. Bahkan bisa sampai 36 ribu lebih. Tapi, kita kemungkinan cadangkan sampai Rp40 ribu tahun ini," ucap lelaki itu dengan ketegasan seorang nakhoda.
Dari pantauan redaksi di ruang pertemuan, para kepala desa menyimak dengan tatapan mata yang tajam dan penuh harap. Ke depan, koperasi desa ini tidak akan membiarkan petani berjalan sendirian menghadapi badai pasar. Lembaga ini dirancang menjadi tempat berkumpulnya bantuan pangan, pupuk subsidi, gas, alat pertanian, hingga urusan pembayaran harian warga. Lebih dari itu, koperasi akan menjadi pembeli langsung yang jujur bagi hasil bumi yang dipanen dari tanah-tanah desa yang keras.
Menurut Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, segala persiapan di daerah kini sedang menanti komando akhir dari ibu kota. Meskipun target awal sempat menyentuh angka 80.000 unit, penyaringan dan pematangan kriteria terus dilakukan agar organisasi ini berjalan kuat dan efisien. Dari pengamatan tim redaksi, struktur kepengurusan di Sulawesi Selatan sendiri telah memperlihatkan kesiapan nyata dengan tegaknya 3.059 pengurus yang tersebar di 24 kabupaten kota, siap mengabdi pada tanah kelahiran mereka.