Langit di atas Surabaya dan belasan kota besar lainnya tidak akan menampilkan biru yang bersih pada akhir pekan ini. Menurut pengamatan tim redaksi, gumpalan uap air yang berat mengambang rendah di atas atap-atap rumah, membawa keteduhan yang muram. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan bahwa hari Minggu ini akan menjadi milik awan-awan tebal yang berarak tenang namun menutup matahari.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan prakirawan cuaca BMKG Rizky yang dikutip di Jakarta pada hari Minggu, wilayah yang berpotensi ditutup selimut kelabu tebal ini membentang luas. Selain Surabaya, kota-kota seperti Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Kupang, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, dan Manokwari juga harus bersiap menghadapi hari yang redup tanpa banyak cahaya.
Namun, bumi tidak hanya sekadar mendung. Dari pantauan redaksi terhadap dinamika atmosfer, udara yang basah juga akan menjatuhkan airnya ke tanah. "Kemudian potensi hujan ringan di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Serang, Jakarta, Bandung, Palangkaraya, dan Tanjung Selor," kata Rizky. Suara rintik hujan yang tipis juga diprediksi akan membasahi tanah Mamuju, Gorontalo, Manado, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, hingga jauh ke Merauke.
Menurut analisis BMKG, alam sedang bekerja dengan caranya yang keras di tempat lain. Pontianak dan Palu diprakirakan akan menghadapi hujan yang datang bersama kilatan petir yang membelah langit. Sementara itu, udara kabur yang samar dan membatasi jarak pandang dilaporkan berpotensi menyelimuti dataran Bengkulu serta Yogyakarta, membuat pagi hari terasa lebih sunyi.
Berdasarkan pengamatan mendalam terhadap pergerakan angin, fenomena ini tidak terjadi begitu saja. Rizky menambahkan bahwa Siklon Tropis Buffy kini sedang merayap di perairan Samudera Pasifik Utara Papua dengan arah gerak menuju ke barat. Sistem yang kuat ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi yang memanjang di Samudera Pasifik Utara Papua, Maluku Utara, serta di sekitar pusat sistem tersebut, menarik massa udara dan mengumpulkannya menjadi gumpalan basah.
Dari pantauan redaksi, sebuah sirkulasi siklonik lainnya juga terpantau sedang berputar di Samudera Hindia Barat Sumatera Barat. Sirkulasi ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari perairan Barat Sumatera Barat hingga Samudera Hindia Barat Sumatera Barat. Menurutnya, kombinasi dari dinamika atmosfer yang rumit ini pada akhirnya meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan memicu cuaca yang cukup signifikan di beberapa wilayah di Indonesia.