Matahari bersinar samar di atas Medan, namun langit menyimpan cerita lain. Kota ini, dengan jalan-jalannya yang sibuk, bersiap menghadapi datangnya air dari langit. Menurut data dari BBMKG Wilayah I pada Rabu, 1 Juli 2026, Kota Medan berpotensi besar diguyur hujan berintensitas ringan sejak siang hingga malam nanti. Udara akan terasa lembap, berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celsius, membawa kesejukan yang tajam ke tengah kota.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi di lapangan, awan kelabu mulai berarak rendah, memaksa para lelaki dan perempuan di luar ruangan untuk menatap ke atas dengan waspada. Kondisi yang serupa juga membayangi wilayah Deli Serdang. Tempat itu diprediksi akan menerima curah hujan yang sama, membasahi bumi dengan suhu udara yang sedikit lebih dingin di batas bawah, yakni antara 18 hingga 31 derajat Celsius.
Berdasarkan laporan meteorologi yang diterima, ketegangan cuaca bergeser ke wilayah lain pada siang hari. Beberapa kabupaten dan kota bersiap menerima hujan yang lebih deras. Wilayah-wilayah seperti Asahan, Dairi, Humbahas, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, dan Padang Lawas diperkirakan akan menghadapi hujan dengan intensitas sedang saat hari masih benderang.
Ketika malam tiba dan kegelapan menguasai langit, giliran wilayah Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara yang akan merasakan jatuhnya air hujan berintensitas sedang. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa alam sedang bergerak dalam siklusnya yang basah, meliputi sebagian besar tanah Sumatra Utara.
Secara keseluruhan, hawa di Sumatra Utara hari ini bergerak di antara angka 15 hingga 31 derajat Celsius. Kelembapan udara menggantung pekat di angka 68 hingga 100 persen. Di luar sana, angin bertiup mantap dari arah Selatan menuju Barat Daya, melaju dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam. Meski hujan mengancam, BMKG memastikan bahwa tidak ada titik panas yang terpantau di wilayah ini, membiarkan bumi tetap dingin di bawah kepungan awan.