Suara Kabayan Suara Kabayan
/home / hukum / Menko Polkam Pastikan Stok Beras di...
HUKUM

Menko Polkam Pastikan Stok Beras di Sumatra Utara Aman

Menko Polkam Djamari Chaniago memantau tumpukan karung beras di Gudang Bulog Sumatra Utara

Menko Polkam Djamari Chaniago memantau tumpukan karung beras di Gudang Bulog Sumatra Utara

Matahari Medan bersinar terik siang itu, membakar aspal dan atap seng Gudang Bulog Sumatra Utara. Di dalam ruangan yang luas dan berbau karung goni, karung-karung beras putih menumpuk tinggi hingga ke langit-langit. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, berdiri di antara tumpukan itu, memandang pangan yang melimpah dengan tatapan yang tenang namun tajam.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lokasi, ribuan ton pangan tersusun rapi, menciptakan sekat-sekat kokoh di dalam bangunan. Pemimpin Wilayah Bulog Regional Sumatra Utara, Budi Cahyanto, mendampingi sang menteri berjalan menyusuri lorong-lorong gudang yang dingin. Kunjungan ini adalah urusan penting tentang ketahanan perut rakyat setelah tanah ini dirundung bencana beberapa waktu lalu.

Menurut penuturan Djamari Chaniago di sela-sela peninjauannya, ketakutan akan kelaparan adalah hal yang tidak perlu ada di tempat ini. "Cadangan beras sangat mencukupi, masyarakat Sumatra Utara tidak perlu khawatir. Beras sangat mencukupi hingga 8 bulan ke depan," ucap Djamari dengan suara yang berat dan pasti, seperti pria yang tahu persis apa yang dia katakan.

Dari pantauan redaksi, kepastian ini menjadi angin segar bagi provinsi yang baru saja berjuang melewati masa-masa sulit akibat amukan alam. Kehadiran Menko Polkam bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan sebuah penegasan nyata bahwa negara hadir untuk menjaga urusan mendasar warganya.

Berdasarkan keterangan Budi Cahyanto, kedatangan menteri ke gudang tersebut bertujuan memantau langsung pasokan stok demi mendukung program besar negara. "Pak Menteri datang untuk mengecek langsung ketersediaan pangan di Sumatra Utara karena menuju swasembada berkelanjutan berkaitan beras," kata Budi seraya menunjuk tumpukan logistik di hadapan mereka.

Menurut Budi Cahyanto, bencana yang sempat melanda wilayah ini menjadi alasan kuat mengapa Sumatra Utara dipilih sebagai titik peninjauan prioritas. Pemerintah pusat ingin melihat langsung apakah guncangan alam itu merusak rantai pasok atau melumpuhkan lumbung pangan daerah. "Terpilihnya tinjauan ke Sumatra Utara juga mungkin ada kaitannya dengan dampak bencana, apa itu berefek terhadap kondisi Sumatra Utara, terus kalau pasokannya kurang itu dapatnya darimana. Hari ini beliau menyaksikan stok kita penuh," lanjut Budi.

Berdasarkan data resmi dari pihak Bulog, angka-angka di atas kertas terwujud nyata di dalam gudang. Stok beras di Sumatra Utara tercatat melimpah sebanyak 51 ribu ton. Tidak hanya beras, di sudut lain gudang, tersimpan pula minyak goreng MinyaKita sebanyak 1,1 juta liter dan pemanis berupa komoditas gula pasir seberat 850 ton, siap didistribusikan kapan saja rakyat membutuhkan.

// TOPICS
#stok_beras_sumut #bulog #menko_polkam #ketahanan_pangan #medan #swasembada_pangan
Tim Jurnalis Nasional & Daerah

Redaksi Suara Kabayan terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita nasional dan daerah paling lengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.