Suara Kabayan Suara Kabayan
/home / hukum / Kemenham Kaltim Kampanyekan Sungai...
HUKUM

Kemenham Kaltim Kampanyekan Sungai Karang Mumus Bersih Lewat Dayung

Aksi memungut sampah menggunakan paddle board di Sungai Karang Mumus Samarinda

Aksi memungut sampah menggunakan paddle board di Sungai Karang Mumus Samarinda

Matahari meninggi di atas Samarinda ketika arus air kecokelatan mengalir tenang membawa beban yang bukan miliknya. Di atas permukaan Sungai Karang Mumus yang letih, beberapa orang berdiri tegak di atas papan dayung. Mereka bergerak ritmis, bukan untuk berburu ikan atau mengejar angin, melainkan untuk memungut sisa-sisa peradaban yang dibuang sembarangan. Dari pantauan redaksi di lokasi, plastik-plastik bekas dan botol kosong terapung mengotori keindahan yang rapuh itu, menunggu tangan-tangan kokoh untuk mengangkatnya dari air.

Berdasarkan laporan di lapangan, Kementerian Hak Asasi Manusia Kalimantan Timur mengambil langkah nyata berkolaborasi dengan Komunitas Paddle Board Samarinda, yang merupakan bagian dari LSM Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus. Kegiatan ini difokuskan di kawasan restorasi dan Sekolah Sungai Karang Mumus Muang Ilir, Kelurahan Lempake. Ini adalah sebuah upaya sunyi namun tajam untuk mengetuk nurani warga yang masih menganggap arus sungai sebagai tempat pembuangan akhir.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenham Provinsi Kaltim Umi Laila, air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga oleh setiap manusia yang bernapas di sekitarnya. "Menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas pecinta lingkungan, tapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat," ujarnya dengan pandangan lurus menatap riak air setelah menyusuri sungai berjam-jam. Baginya, sungai yang bersih adalah warisan mutlak bagi generasi yang akan lahir kemudian, menjauhkan kota dari ancaman banjir yang kerap mengintai.

Sungai Karang Mumus adalah nadi yang membelah kota, memberikan kehidupan bagi warga dan menjadi bahan baku bagi perusahaan air minum setempat. Pengamatan tim redaksi menunjukkan betapa pentingnya menjaga urat nadi ini agar tidak tersumbat oleh keegoisan manusia. Sampah-sampah plastik yang terapung itu jika dibiarkan akan hanyut menuju laut yang luas, merusak ekosistem yang lebih besar dan membunuh kehidupan di bawah sana.

Umi Laila menambahkan bahwa hak atas lingkungan yang sehat adalah bagian dari hak asasi manusia yang mendasar. "Menjaga lingkungan hidup merupakan bagian dari penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia. Setiap warga negara memiliki hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, sekaligus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya," ucapnya tegas di bawah terik matahari.

Sementara itu, menurut Ketua Komunitas Paddle Board Samarinda Krisdiyanto, mendayung sambil memungut sampah memberikan sudut pandang yang berbeda bagi masyarakat tentang kondisi sungai yang sebenarnya. "SKM merupakan salah satu sungai penting yang membelah Kota Samarinda dan memiliki banyak fungsi. Penumpukan sampah di sungai dapat merusak ekosistem, menghambat aliran air, dan meningkatkan risiko banjir, maka partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga sungai merupakan keharusan," katanya menutup hari yang panjang di atas air.

// TOPICS
#samarinda #kalimantan_timur #sungai_karang_mumus #kementerian_ham #paddle_board #kebersihan_sungai #sampah_plastik #lingkungan_hidup
Jurnalis Daerah & Budaya - Spesialis Isu Lokal dan Kearifan Tradisional

Bambang Kusumo adalah jurnalis yang mendalami isu-isu daerah dan kebudayaan Indonesia. Dengan latar belakang sebagai antropolog budaya, ia memiliki pemahaman mendalam tentang kearifan lokal, adat istiadat, dan dinamika sosial di berbagai wilayah Nusantara. Liputannya yang dekat dengan masyarakat akar rumput menjadikannya jembatan antara peristiwa daerah dan audiens nasional. Ia juga aktif meliput pariwisata, seni tradisional, dan isu lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.