Langit di atas Kalimantan Tengah cerah dan udara terasa kering. Musim kemarau kali ini datang lebih lama, membawa ancaman yang sudah sangat dikenal oleh orang-orang di sana: api yang melumat hutan dan tanah gambut. Di dalam helikopter yang menderu, para lelaki memperhatikan hamparan hijau di bawah mereka dengan cermat. Mereka sedang berburu kepulan asap sebelum segalanya terlambat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan di lapangan, Pemprov bersama Polda Kalimantan Tengah memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar patroli udara di wilayah Kabupaten Pulang Pisau pada Sabtu. Patroli itu dipimpin langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Turut serta pula Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dan jajaran pejabat kepolisian, yang kemudian disambut oleh Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji setelah mendarat.
Dari atas ketinggian, mata mereka yang terlatih melihat sesuatu yang mencurigakan. Hasil pemantauan udara mendeteksi adanya dua titik api, dan salah satunya bahkan sudah mulai membakar lahan. Titik-titik panas yang berbahaya itu berada di wilayah Kabupaten Kapuas dan Kota Palangka Raya. Temuan tersebut segera dikirimkan ke darat, langsung diteruskan kepada satuan tugas penanggulangan Karhutla agar pemadaman segera dilakukan sebelum angin bertiup kencang dan membesarkan kobaran api.
Menurut Irjen Iwan Kurniawan, patroli udara ini adalah tindakan yang harus diambil untuk mendahului bencana. "Mengingat musim kemarau tahun ini berjalan lebih lama dari tahun sebelumnya, untuk itu kami melakukan patroli udara untuk mengantisipasi Karhutla yang dapat mengancam nyawa masyarakat. Kami juga telah membentuk satuan tugas, melakukan apel pengecekan sarana dan prasarana untuk memastikan antisipasi Karhutla berjalan optimal," ujarnya. Kata-katanya tegas, mencerminkan kesiapan pasukan yang telah disiagakan di darat beserta seluruh alat pemadam mereka.
Gubernur Agustiar Sabran berdiri di sisi helikopter, menatap daratan yang luas. Baginya, melawan api adalah kerja bersama yang menuntut kedisiplinan tinggi dari semua pihak. Pencegahan adalah satu-satunya cara terbaik untuk menjaga udara tetap bersih dan hutan tetap hidup.
"Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Karena itu kami bersama Forkopimda turun langsung melakukan patroli udara untuk memastikan kondisi di lapangan, mendeteksi titik api sedini mungkin, dan memastikan seluruh jajaran siap bergerak cepat apabila ditemukan potensi kebakaran hutan dan lahan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar demi menjaga Kalimantan Tengah tetap aman dari Karhutla," kata Gubernur. Dia tahu, tanpa bantuan orang-orang yang tinggal di tanah itu, api akan selalu menemukan cara untuk membakar.