Pertandingan perempat final Piala Dunia menyisakan luka dan tanya bagi Norwegia. Pelatih kepala Norwegia, Stale Solbakken, akhirnya mengungkap apa yang dikatakan wasit Clement Turpin mengenai gol penyeimbang Jude Bellingham untuk Inggris yang memicu badai kontroversi.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Norwegia merasa gol Bellingham pada menit ke-47 seharusnya dianulir oleh pengadil lapangan. Mereka meyakini bola sempat mengenai salah satu kabel spidercam yang tergantung di atas lapangan sebelum gol tercipta. Kontak itu dinilai mengubah arah bola hasil tendangan gawang kiper Norwegia, Orjan Nyland.
Berdasarkan Aturan Permainan IFAB, jika bola mengenai langit-langit atau perlengkapan yang menggantung di atas lapangan seperti kabel atau kamera, dan tetap berada di dalam area permainan, laga harus dihentikan. Jika terbukti menyentuh kabel, gol tersebut tidak sah dan permainan seharusnya dimulai kembali dengan bola jatuhan.
FIFA bertindak cepat dengan merilis pernyataan resmi untuk membela keputusan tersebut. Menurut FIFA, sebelum gol Inggris pada menit ke-45+2 melawan Norwegia, sensor pada Connected Ball tidak menunjukkan lonjakan data pada detak bola saat berada di udara. Oleh karena itu, tidak ada bukti kuat bahwa bola menyentuh kabel atas dan mengubah pergerakannya.
Namun, Solbakken tidak percaya begitu saja. Pria itu mendatangi Turpin, wasit asal Prancis, segera setelah peluit babak pertama berbunyi. Di depan para jurnalis seusai laga, Solbakken membeberkan apa yang dikatakan Turpin kepadanya terkait keputusan krusial tersebut.
Menurut Solbakken, "He said that he didn’t see it himself and that he didn’t get any message that it actually happened. Since FIFA says that there was no touch, he can’t do anything about it. But the ball fell down straight in front of the bench, so it did. Everyone saw what happened. I think it’s pretty clear that it did. It was a strange thing."
Solbakken memilih untuk tidak meratap lebih panjang di ruang konferensi pers. Menurutnya, "I can sit here and cry but I don’t want to do that. We have done everything we could – the players have been phenomenal throughout the tournament. OK it was bizarre but it’s part of football and why it is the best sport in the world, because things like that can happen. We have to accept it."
Kekalahan dan momen itu diakui Solbakken sebagai nasib buruk yang harus diterima secara jantan. Menurut sang pelatih, "It was unlucky for us. The ball fell straight down from the sky, so it takes this direction. It became a misunderstanding among our players, and it was a bad moment for us. We can’t do anything about that. I don’t think we will play the game again. So that’s how it is."
Debat ini semakin panas setelah tayangan ulang 3D resmi dari BBC viral di media sosial. Klip yang menggunakan teknologi pelacakan resmi FIFA itu justru memperlihatkan adanya keanehan pada jalur bola, seolah-olah terjadi kontak fisik dengan kabel yang menggantung di udara. Meski demikian, VAR tetap bergeming dan gol Bellingham mengubah papan skor menjadi 1-1.
Berdasarkan analisis mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg, yang berbicara di Fox Sports, VAR seharusnya bisa mengintervensi jika kontak bola dengan kabel kamera merupakan bagian dari proses terjadinya gol. Menurut Clattenburg, fase serangan yang berujung pada gol adalah bagian dari insiden yang dapat ditinjau oleh VAR, dan hal tersebut seharusnya terdeteksi.