Lelaki tua dan lapangan hijau selalu punya cerita, begitu pula dengan darah muda yang membawa ambisi baru. Di Dallas, Amerika Serikat, waktu akan berbenturan saat Portugal dan Spanyol masuk ke lapangan untuk laga sengit Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 pada Selasa pagi nanti. Ini adalah kisah tentang Cristiano Ronaldo yang berumur 41 tahun dan Lamine Yamal, pemuda yang baru menginjak usia 18 tahun.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan catatan pertandingan sebelumnya, Cristiano Ronaldo baru saja mengirim bola ke dalam jaring dalam fase gugur Piala Dunia pertamanya sepanjang karier. Gol itu membawa Portugal melewati Kroasia dengan skor 2-1 di Babak 32 Besar, sekaligus menahbiskan dirinya sebagai pemain tertua yang pernah mencetak gol di fase gugur turnamen terbesar ini. Ini adalah tarian terakhirnya, sebuah turnamen pamungkas tempat ia akan mempertaruhkan segenap jiwa dan raganya.
Di kubu seberang, Lamine Yamal, bocah ajaib dari Barcelona, berdiri dengan ketenangan seorang veteran. Menurut data statistik, ia telah mengemas satu gol dalam empat laga sebagai starter pada debut Piala Dunianya. Setelah mendominasi Euro 2024 dan meraih gelar La Liga berturut-turut, pemuda ini telah memecahkan rekor dengan mencetak gol ke-50 dalam kariernya untuk klub dan negara di usia remaja. Pencapaian itu datang lebih cepat daripada usia Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo ketika menyentuh angka yang sama.
Cristiano Ronaldo melihat bakat besar itu dan memberikan pandangannya. Menurut sang kapten Portugal, Lamine Yamal memiliki masa depan yang sangat cerah, namun sepak bola bukanlah permainan satu orang tunggal. "Tapi saya selalu melihat Spanyol sebagai sebuah tim, dan mereka bermain dengan sangat kolektif," ujar Ronaldo dalam suatu kesempatan.
Sebagai pria yang telah kenyang oleh badai pujian dan cercaan, Cristiano Ronaldo juga memberikan saran emosional yang kuat untuk sang junior. Ia menyebut bahwa Yamal harus mulai terbiasa dengan kritik secepat mungkin jika ingin memiliki karier yang panjang di dunia yang keras ini. Namun, laporan dari kamp Spanyol menunjukkan bahwa Yamal dan sang juara Eropa masuk ke laga besar ini dengan kepercayaan diri penuh dan tanpa rasa takut. Di bawah matahari Dallas, lapangan akan menentukan siapa yang akan melangkah ke perempat final.