Pagi itu cerah dan udara terasa hangat di Palembang. Ribuan orang berkumpul di satu tempat, digerakkan oleh sepak bola. Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) Sumatera Selatan mencatat rekor keramaian baru dalam acara nonton bareng Piala Dunia 2026 pada Selasa pagi, tujuh Juli dua ribu dua puluh enam. Mereka datang untuk melihat Portugal bertarung melawan Spanyol, dan Amerika Serikat menghadapi Belgia.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Halaman parkir Kantor TVRI Sumsel di Jalan Pom IX Kampus Palembang berubah menjadi lautan manusia. Berdasarkan keterangan dari Reyhan, perwakilan PT CSI selaku holding agency resmi acara tersebut, lebih dari seribu orang datang memadati area sejak pagi hari. Jumlah itu melewati apa yang mereka perkirakan sebelumnya.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Palembang. Target awal kami sebenarnya hanya sekitar 1.000 pengunjung, namun realisasi yang hadir jauh melampaui target tersebut dan menjadi rekor keramaian tersendiri bagi kami," kata Reyhan pada hari Rabu.
Sebab penonton menyukai tempat yang baik. Menurut Reyhan, lonjakan penonton yang besar ini membuktikan bahwa masyarakat Palembang mendambakan wadah nonton bareng resmi yang menawarkan kenyamanan, keamanan, serta atmosfer kebersamaan yang kuat.
Kepala TVRI Sumsel, Eflianty Analisa, melihat hal ini sebagai sebuah keberhasilan yang nyata. Stasiun penyiaran publik berhasil memberikan hiburan kelas dunia bagi semua orang, baik masyarakat urban maupun daerah. Ada kepuasan tersendiri ketika tugas diselesaikan dengan baik.
"Semangat kebersamaan inilah yang ingin terus dihadirkan TVRI Sumsel. Selain memecahkan rekor kunjungan warga, kami juga bersyukur dampak ekonominya langsung dirasakan oleh 15 pelaku UMKM kuliner lokal yang kami libatkan di lokasi," ujar Eflianty Analisa.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, datang dan membaur di tengah kerumunan. Pria itu melihat langsung bagaimana orang-orang menikmati pertandingan di pagi hari. Dia menghargai usaha yang membawa dampak baik bagi kota.
"Saya mengapresiasi TVRI Sumsel bersama PT CSI yang telah menghadirkan nobar resmi dengan skala massa sebesar ini. Ini adalah contoh kolaborasi positif yang tidak hanya sukses menjadi magnet hiburan masyarakat, tetapi juga efektif menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha kecil," kata Ratu Dewa.
Orang-orang datang dari tempat yang jauh karena sepak bola menarik mereka. Jimi, seorang pria dari Martapura, Kabupaten OKU Timur, menempuh perjalanan ratusan kilometer. Dia mengendarai kendaraan demi sebuah layar besar dan keriuhan yang jujur.
"Saya sengaja datang dari OKU Timur karena tahu di sini layarnya besar dan massanya ramai sekali. Rasanya seperti menonton langsung di stadion bersama ribuan orang," ungkap Jimi.
Menurut pihak penyelenggara, kesuksesan pada babak 16 besar ini membawa keyakinan baru. TVRI Sumsel dan PT CSI optimistis bahwa halaman Kantor TVRI Sumsel akan tetap menjadi pusat keramaian bagi para pencinta sepak bola di Sumatera Selatan hingga partai final Piala Dunia 2026 nanti selesai.