Pagi itu dingin dan ruang-ruang kelas terasa sunyi. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru 2026, sekitar dua puluh sekolah dasar negeri di Kota Solo menghadapi kenyataan pahit. Ruang kelas mereka hampir kosong, hanya terisi kurang dari sepuluh kursi dari total seratus tujuh belas sekolah yang ada.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pemimpin kota melihat hal ini sebagai sebuah pertempuran yang harus dimenangkan. Menurut Wali Kota Solo, Respati Ardi, sebuah transformasi pendidikan yang nyata harus segera dilakukan demi mengembalikan kepercayaan masyarakat yang telah pudar terhadap sekolah negeri.
Dari pantauan redaksi di Mal Solo Square pada hari Minggu siang, sang Wali Kota berdiri di tengah kepengurusan Perbasi Solo yang baru dilantik. Langkah baru disiapkan, bukan dengan retorika, melainkan lewat keringat dan disiplin di lapangan olahraga melalui penguatan kegiatan ekstrakurikuler.
"Dan ini terbuka juga untuk cabang olahraga lain," ujar Respati Ardi dengan tegas, matanya menatap tajam ke arah kerumunan. "Alhamdulillah ini juga ada Ketua KONI mas Her Suprabu. Saya harapkan klub-klub lain untuk peminatan anak muda Solo agar kembali lagi berprestasi jalur olahraga."
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa pendekatan taktis ini terinspirasi dari keberhasilan kompetisi Liga Solo. Kompetisi bola basket itu kini menjadi tolok ukur bagai sebuah wadah kokoh yang menempa bakat muda di tingkat kota dengan kerja keras tanpa henti.
Menurut Respati Ardi, keberhasilan Perbasi Solo adalah bukti nyata bahwa sebuah asosiasi akan maju jika pengurusnya berinovasi dan bekerja keras demi industri olahraga. "Tapi kalau cabang olahraga sudah pecah-pecah, kepentingannya untuk kelompok, itu pasti tidak sukses. Mari turunkan ego, kompak, solid," tambahnya.
Di sisi lapangan yang sama, Ketua KONI Kota Solo, Her Suprabu, mengangguk setuju dan menyatakan dukungannya untuk membawa olahraga masuk lebih dalam ke lingkungan sekolah. Langkah ini dipercaya mampu membentengi generasi muda. "Iya ekskul tadi pesan mas Wali, kenakalan remaja dan kerentanan lain dan ini akan kita kurangi lewat olahraga," tutur Her Suprabu dengan tenang namun pasti.