Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat resmi memulai pendataan Sensus Ekonomi 2026. Petugas mendatangi rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, di Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung. Langkah awal ini menandai komitmen pemerintah dalam memetakan arah baru perekonomian daerah.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Proses pencatatan dilakukan secara teliti oleh Petugas Pemeriksa Lapangan Ferendra Kusdwinuryanto Saputro bersama Petugas Pendataan Lapangan Ria Yunita Emkaen. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, hadir langsung mendampingi tim untuk memastikan akurasi data awal.
Menurut keterangan resmi, sensus ini bertujuan memotret kondisi riil sektor usaha. Data yang terkumpul akan menjadi landasan mutakhir bagi penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun regional. Setelah wawancara selesai, petugas menempelkan stiker resmi SE2026 di dinding rumah dinas.
Berdasarkan pernyataan Erwan Setiawan, keterbukaan informasi dari pelaku usaha sangat krusial. Pihaknya mengapresiasi kerja keras petugas di lapangan dan meminta seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan penuh tanpa keraguan.
"Saya mengajak masyarakat Jawa Barat untuk berperan aktif dalam mengikuti Sensus Ekonomi ini demi perbaikan ekonomi di Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya," ujar Erwan pada Selasa, 7 Juli 2026.
Melalui agenda besar SE2026, BPS Provinsi Jawa Barat berkomitmen menyajikan data berkualitas. Sensus ini diharapkan mampu melahirkan cetak biru ekonomi yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan untuk masa depan Jawa Barat.