Jalanan Jagakarsa sore itu padat dan udara terasa panas. Di tengah deru mesin yang tertahan kemacetan, sebuah kekerasan yang tidak perlu telah terjadi. Berdasarkan pantauan redaksi dari rekaman video yang beredar luas, seorang pria tanpa helm mengendarai motor besar tiba-tiba memukul pengendara lain tanpa alasan yang masuk akal. Kejadian ini memantik kemarahan publik, termasuk presenter kenamaan Choky Sitohang.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Lelaki yang menjadi korban, Ahmad Abdul Azis, menceritakan bagaimana kepalan tangan mendarat di wajahnya. Menurut penuturan korban di media sosial, motornya ditabrak dari belakang saat lalu lintas sedang tersendat. Ketika ia mencoba menegurnya secara baik-baik, pelaku justru melayangkan pukulan berkali-kali. "Saya reflek menjauh untuk mengambil hp di dasbor untuk merekam kejadian tersebut, setelah saya rekam pengendara ninja menghampiri saya dan saya tanya kenapa nampol saya dan dia membalas kenapa emang gw tampol sambil mukul saya 2x," tulis korban dalam keputusasaannya mencari keadilan.
Dari pengamatan tim redaksi, Choky Sitohang tidak tinggal diam melihat premanisme jalanan tersebut. Ia ikut mengunggah ulang video itu dan menandai akun-akun resmi kepolisian agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. "Saya bantu viralkan, demi kesetaraan di jalan. Selamat bermediasi," tulis Choky Sitohang dalam pesannya yang singkat namun penuh penekanan kepada aparat penegak hukum.
Pihak berwajib segera merespons kegaduhan di jalanan kota ini. Menurut penjelasan Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, polisi bergerak cepat meskipun korban secara resmi belum mendatangi markas untuk membuat laporan tertulis. Identitas pria yang bertindak kasar tersebut kini telah berada di tangan petugas.
Berdasarkan informasi terbaru dari pihak kepolisian, pengejaran terhadap pelaku tengah dilakukan di lapangan. "Ya, sudah teridentifikasi. Masih dicari. Korban masih belum lapor," ujar Kompol Nurma Dewi dengan tegas. Di jalanan Jakarta yang keras, malam itu menyisakan kepastian bahwa tindakan hukum sedang berjalan untuk mengembalikan rasa aman bagi mereka yang berkendara dengan tertib.