Suara Kabayan Suara Kabayan
/home / hukum / Kabupaten Tangerang Juara Umum MTQ...
HUKUM

Kabupaten Tangerang Juara Umum MTQ XXIII Provinsi Banten

Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyerahkan piala bergilir MTQ XXIII kepada Bupati Tangerang

Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyerahkan piala bergilir MTQ XXIII kepada Bupati Tangerang

Malam jatuh di Kota Serang. Di halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, lampu-lampu menyala terang pada Kamis malam. Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah berdiri di sana. Ia menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026. Kompetisi besar itu telah usai.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor 04/DH/MTQ-XXIII/BTN/Kep./VII/2026 tentang Penetapan Peserta Terbaik, Juara Umum, dan Peringkat Kafilah Kabupaten/Kota, Kabupaten Tangerang keluar sebagai yang terbaik. Mereka merebut gelar Juara Umum dengan nilai 759. Wagub Dimyati menyerahkan piala bergilir itu langsung kepada Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

Menurut Dimyati, kompetisi ini bukan sekadar urusan memenangkan lomba membaca kitab suci. Ini adalah perkara merawat ukhuwah Islamiyah dan membentuk watak generasi baru yang Qur'ani di tanah Banten. Peran para penjaga tradisi menjadi sangat krusial di era yang serba cepat ini.

"MTQ itu nuansanya ukhuwah Islamiyah. Kita berharap anak-anak kita, generasi ke depan, adalah generasi yang Qur'ani. Makanya peran ulama sangat penting," ucap Dimyati dengan nada yang berat.

Tantangan zaman ini nyata. Budaya luar dan teknologi modern datang bertubi-tubi. Dimyati mengingatkan pentingnya benteng pertahanan bagi anak-anak muda.

"Peran ulama di sini yang paling utama adalah membina dan mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang Qur'ani. Jangan sampai ke depan anak-anak kita tidak bisa membaca Al-Quran karena saking modernnya teknologi dan masuknya budaya asing," katanya menambahkan.

Bagi Dimyati, melatih kemampuan adalah sebuah keharusan yang konstan. Pemerintah daerah perlu mendorong muatan lokal pendidikan Al-Qur'an agar akar religiusitas tetap menghujam dalam di bumi Banten.

"Kuncinya MTQ itu sebetulnya untuk melatih, untuk latihan. Maka perbanyak festival membaca Al-Qur'an. Semakin banyak festival, semakin banyak orang berlatih. Mudah-mudahan nanti MTQ nasional kita bisa lima besar," ujarnya berharap.

Acara besar ini juga membawa berkah bagi orang-orang kecil. Di sekitar arena, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjajakan dagangan mereka. Ekonomi berputar di bawah kepak sayap syiar keagamaan.

"Dengan adanya MTQ kan hidup semua. Itulah mengapa kegiatan keagamaan diantaranya bisa membawa kemakmuran, juga kebahagiaan bersama dengan keluarga," tutur Dimyati menyudahi kalimatnya.

Pujian datang dari Jakarta. Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Nasional, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan hormatnya untuk Banten. Daerah ini punya sejarah panjang.

"Banten bukan hanya dikenal sebagai daerah religius dan kaya akan pesantren. Tetapi Banten juga merupakan salah satu pusat perkembangan keilmuan Islam di Nusantara," kata Muchlis.

Tanah Banten telah melahirkan orang-orang besar, seperti Syekh Nawawi Al-Bantani yang kitabnya dibaca di seluruh dunia Islam. Wilayah ini juga memiliki tradisi sanad yang terjaga mutunya.

"Dalam tradisi Islam, sanad bukan sekadar rangkaian nama. Sanad adalah penjaga keaslian bacaan Al-Quran sekaligus jembatan spiritual yang menghubungkan generasi hari ini dengan generasi para sahabat Rasulullah SAW," Muchlis menegaskan.

Berdasarkan laporan Ketua Dewan Hakim MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten KH. E. Syibli Syarjaya, persaingan di bawah Kabupaten Tangerang berlangsung ketat. Peringkat kedua ditempati Kota Tangerang dengan nilai 614, disusul Kabupaten Serang dengan nilai 549, dan Kota Tangerang Selatan dengan nilai 542. Sementara posisi juru kunci ditempati Kabupaten Pandeglang dengan nilai 63.

// TOPICS
#mtq_xxiii_banten #achmad_dimyati_natakusumah #kabupaten_tangerang #moch_maesyal_rasyid #provinsi_banten #masjid_raya_al-bantani
Tim Jurnalis Nasional & Daerah

Redaksi Suara Kabayan terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita nasional dan daerah paling lengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.