Gubernur Banten Andra Soni bergerak cepat menuju lokasi kebakaran. Lelaki nomor satu di Banten itu meninjau penanganan Tempat Pemrosesan Akhir "TPA Jatiwaringin" di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Di sana, ia memimpin rapat darurat bersama Tim Pemadaman Kebakaran yang dikomandoi oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Bencana ini datang dari langit yang terik dan tumpukan limbah yang mengering. "Kebakaran ini terjadi beberapa hari yang lalu. Tumpukan sampah ini dalam kondisi cuaca yang berdasarkan perkiraan BMKG, 30 tahun terakhir ini yang paling panas dan paling panjang panasnya," ungkap Andra Soni dengan nada tenang namun serius kepada para wartawan yang menantinya di lapangan.
Angin berembus kencang membawa lidah api menjalar lebih jauh ke area penampungan. Menurut Andra Soni, situasi menjadi rumit akibat faktor alam tersebut. "Sehingga salah satunya menyebabkan kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin. Kemudian kebakaran ini menyebar karena faktor angin," tambahnya menjelaskan situasi yang dihadapi tim pemadam.
Bahaya laten kini mengintai dari perut bumi. Gas metana yang tertimbun di bawah gunungan sampah berpotensi memicu ledakan baru. Berdasarkan diskusi dengan pihak terkait, Andra Soni menyatakan perlunya pembatasan ketat bagi orang yang mendekat ke lokasi operasi agar penanganan tetap terkoordinasi dengan baik bersama jajaran pemerintah kabupaten dan kota.
Pemprov Banten telah mengirimkan tim pemantau ke lokasi sejak awal api berkobar. Kejadian ini mengingatkan mereka pada peristiwa serupa di TPA Rawa Kucing. Sebagai langkah antisipasi masa depan, gubernur menegaskan bahwa setiap pengelola tempat pembuangan akhir di provinsi tersebut wajib menyediakan alat pemadam kebakaran mandiri dan tampungan air yang memadai.
Berdasarkan informasi resmi di lapangan, status TPA Jatiwaringin kini ditetapkan sebagai Tanggap Bencana. Upaya pemadaman tidak lagi hanya bertumpu pada jalur darat. Sebuah helikopter milik BNPB dikerahkan untuk melakukan pengeboman air dari udara, menyokong kerja keras 16 unit armada pemadam kebakaran yang terus melakukan pembasahan guna memutus jalur api.