Suara Kabayan Suara Kabayan
/home / hukum / 83 Kasus DBD Terjadi di Kobar,...
HUKUM

83 Kasus DBD Terjadi di Kobar, Dinkes Minta Gencarkan 3M Plus

Petugas kebersihan memeriksa genangan air untuk mencegah sarang nyamuk DBD di Kotawaringin Barat

Petugas kebersihan memeriksa genangan air untuk mencegah sarang nyamuk DBD di Kotawaringin Barat

Nyamuk-nyamuk itu datang bersama hujan dan air yang tenang. Di Kabupaten Kotawaringin Barat, penyakit itu mulai menyerang dengan senyap. Berdasarkan catatan resmi Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat, kini telah ditemukan 83 kasus Demam Berdarah Dengue yang tersebar di enam kecamatan hanya dalam kurun waktu satu bulan. Wilayah Kecamatan Arut Selatan menjadi tempat yang paling parah didera wabah ini.

Angka-angka itu bicara sendiri tanpa perlu banyak kata. Menurut data dari pihak Dinas Kesehatan, Kecamatan Arut Selatan mencatat 51 kasus yang mengejutkan. Di tempat lain, Kumai menyusul dengan 15 kasus, Kotawaringin Lama dengan 8 kasus, Pangkalan Banteng dengan 7 kasus, serta Pangkalan Lada dengan 2 kasus. Sementara itu, wilayah Arut Utara masih bertahan tanpa ada satu pun laporan kasus yang ditemukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat Hardino memandang situasi ini sebagai alarm yang nyata. Cuaca buruk dan air yang tergenang menjadi rumah yang baik bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berbiak. Lelaki itu tahu bahwa kelengahan manusia adalah kawan terbaik bagi penyebaran penyakit ini.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk memutus rantai penularan DBD. Jangan menunggu ada anggota keluarga yang sakit baru melakukan pembersihan lingkungan," ujar Hardino dengan nada mendesak pada Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, mengasapi lingkungan atau melakukan fogging bukanlah jalan keluar yang utama untuk menghentikan gigitan nyamuk-nyamuk itu. Pertarungan melawan demam berdarah harus dimulai dari dalam rumah sendiri, dengan tangan-tangan yang membersihkan setiap sudut yang kotor.

"Kami mengajak masyarakat membiasakan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air. Ditambah langkah lain seperti menggunakan obat antinyamuk, memasang kawat kasa, hingga menaburkan larvasida bila diperlukan," kata Hardino menambahkan.

Penyakit ini datang dengan panas yang membakar tubuh. Menurut penjelasan Hardino, masyarakat harus segera mencari pertolongan medis jika tubuh mulai terasa sangat panas selama dua hingga tiga hari, terutama jika rasa sakit itu meremukkan otot, memicu sakit kepala, mual, atau meninggalkan bintik-bintik merah di atas kulit yang pucat.

Berdasarkan harapan dari pihak Dinkes Kobar, hanya kerja keras bersama dari seluruh penduduk desa yang bisa menahan laju infeksi ini. Mereka harus membersihkan lingkungan mereka sendiri sebelum keadaan menjadi jauh lebih buruk dan berubah menjadi sebuah kejadian luar biasa yang mematikan.

// TOPICS
#demam_berdarah #kotawaringin_barat #dinkes_kobar #kesehatan_masyarakat #kalimantan_tengah #3m_plus
Tim Jurnalis Nasional & Daerah

Redaksi Suara Kabayan terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita nasional dan daerah paling lengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.