Lelaki dan tugasnya adalah hal yang pasti, begitu pula dengan urusan birokrasi di tepi kota. Pemerintah Kecamatan Mariso di Kota Makassar kini menetapkan langkah baru yang tegas. Mereka mewajibkan pelaporan laporan pertanggungjawaban bagi pengurus RT dan RW dilakukan secara digital. Sebuah aplikasi bernama SIMLURAH, atau Sistem Informasi Manajemen Kelurahan, kini menjadi jembatan baru bagi tugas-tugas mereka.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Langkah digital ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Pemerintah ingin mempermudah pengurus lingkungan dalam menyetor pertanggungjawaban mereka sekaligus menghentikan pemborosan kertas dari sistem manual yang melelahkan. Berdasarkan keterangan Camat Mariso, Andi Syahrir, kebijakan baru ini sudah mulai berjalan untuk mencatat rekam jejak kerja di pertengahan tahun. "Pelaporan kinerja Juni kita sudah terapkan," ucap Andi Syahrir pada Minggu, 12 Juli 2026.
Bagi sebuah kota, lembar laporan adalah potret nyata dari denyut kehidupan warganya. Laporan pertanggungjawaban ini bukan sekadar formalitas di atas meja, melainkan sebuah instrumen penting untuk evaluasi dan melihat sejauh mana program Pemerintah Kota Makassar menyentuh akar rumput. Melalui catatan tersebut, pemerintah dapat membaca dinamika dan kendala yang nyata di setiap sudut lingkungan.
Ada sembilan indikator kinerja yang harus dipenuhi oleh setiap ketua RT dan RW dalam laporan tersebut. Urusan itu mencakup penagihan Pajak Bumi dan Bangunan, kelompok usaha unggulan, pertanian perkotaan, hingga retribusi sampah. Mereka juga harus melaporkan pendataan penduduk nonpermanen, deteksi dini bencana, kerawanan sosial, keamanan lingkungan, serta urusan surat-menyurat.
Kini, cara kerja lama yang rumit telah dipangkas. Melalui SIMLURAH, para pengurus hanya perlu mengambil ponsel, lalu mengunggah foto serta dokumentasi kegiatan mereka langsung ke menu yang tersedia. Menurut penjelasan Andi Syahrir, "Aplikasi SIMLURAH ini disediakan oleh pihak ketiga yang bekerjasama dengan pemerintah." Lewat sistem ini, capaian kerja mereka dapat dipantau setiap bulan.
Sistem baru ini juga membawa angka-angka yang objektif untuk menilai jerih payah para pengurus. Menurut Andi Syahrir, "Ada scoring kinerja dalam aplikasi yang menjadi dasar penilaian para lurah untuk diteruskan ke kami dalam penentuan insentif." Dengan transparansi ini, diharapkan proses birokrasi menjadi lebih adil dan terukur.
Selama ini, urusan uang insentif sering kali tersendat karena keterlambatan pengumpulan berkas fisik yang menumpuk di kantor kelurahan. Proses manual memakan waktu terlalu lama. Kini, dengan aplikasi di tangan, para pengurus lingkungan bisa memperbarui data kinerja mereka kapan saja dan di mana saja tanpa terikat ruang kantor.
Harapan besar ditaruh pada pundak para pengurus di tingkat bawah. Pemerintah ingin kedisiplinan tetap terjaga dengan baik di era digital ini. Menurut Andi Syahrir, "Kami harapkan kinerja RT/RW tetap dipertahankan dan mencapai predikat baik, karena itu semua terdokumentasi dengan baik melalui aplikasi." Teknologi merekam segalanya dengan jujur.
Selain urusan kecepatan, ada hal besar lain yang dihemat, yaitu kertas dan biaya cetak yang selama ini membebani kas RT dan RW. Berjilid-jilid dokumen yang biasanya berakhir di tempat sampah kini mulai menghilang dari meja-meja kelurahan. Mengenai efisiensi lingkungan ini, Andi Syahrir menegaskan bahwa sistem baru ini mampu "Mengurangi sampah, sangat efisien."
Setiap perubahan selalu membawa kecanggangan pada awalnya, seperti tangan yang belum terbiasa memegang kendali baru. Andi Syahrir tidak menampik adanya kendala adaptasi di hari-hari pertama penerapan sistem ini. Namun, ia percaya ini adalah jalan yang benar dan jauh lebih mudah. "Mau tidak mau kita harus berubah, apalagi ini lebih baik dan memudahkan," ucap Andi Syahrir secara langsung.
Wilayah Kecamatan Mariso sendiri bukanlah wilayah yang kecil untuk diatur. Di sana berdiri 218 RT dan 47 RW yang tersebar di sembilan kelurahan. Mereka bertugas di Kelurahan Bontorannu, Kampung Buyang, Kunjung Mae, Lette, Mario, Mariso, Mattoangin, Panambungan, dan Tamarunang. Kini, seluruh wilayah itu bergerak bersama menuju era digital.