Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi menutup kegiatan khitanan massal di ruang M.H. Thamrin, Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 8 Juli 2026. Acara sosial yang merupakan hasil kolaborasi erat antara PAM Jaya dengan Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan MURI tersebut diberikan secara khusus untuk kategori khitan dengan metode klem secara seri dengan jumlah peserta terbanyak.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan panitia, target awal perhelatan ini adalah 2.000 peserta, namun pada pelaksanaannya jumlah anak yang terdaftar melonjak hingga mencapai 2.445 anak. "Acara khitanan massal ini sebenarnya targetnya adalah 2.000, tetapi laporan terakhir jumlahnya menjadi 2.445. Sehingga dengan demikian ini memecahkan rekor khitanan massal yang diadakan dalam satu periode waktu," ujar Pramono dalam sambutannya.
Menurut Pramono, kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat ini patut diapresiasi dan harus terus dilanjutkan pada masa mendatang. Ia pun langsung menetapkan target yang lebih besar untuk tahun depan dengan melibatkan hingga lima ribu peserta. "Saya minta untuk dipersiapkan dari sekarang, mudah-mudahan dalam rangka menyambut 5 abad kita bisa 5.000 khitanan massal," kata Pramono menegaskan komitmennya.
Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan menyambut 5 abad Jakarta. Sebagai bentuk syukur, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus memberikan kado istimewa kepada seluruh masyarakat Indonesia berupa fasilitas untuk menikmati layanan transportasi publik dan tempat wisata secara gratis selama lima hari berturut-turut.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin melaporkan bahwa kegiatan khitanan massal ini diselenggarakan sebagai bentuk nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat Jakarta. Agenda ini sekaligus menandai kali keempat PAM Jaya bersinergi dengan Tim Penggerak PKK dalam program serupa.
Menurut Arief, capaian tahun ini merupakan jawaban atas tantangan yang diberikan oleh pemerintah daerah. "Saya sempat dichallenge sama Bu Gubernur untuk ditambah jadi 1.000 dan dichallenge lagi tahun ini insyaallah tadi laporan dari panitia sudah tembus di 2.000 anak," kata Arief. Ia menambahkan bahwa penguatan program CSR ini sangat penting untuk meningkatkan citra positif perusahaan di mata publik.
Selain menggelar khitanan massal bagi ribuan anak, PAM Jaya juga menunjukkan kepeduliannya pada sektor sanitasi dengan membagikan 5.000 toren air kepada masyarakat pada tahun ini. Pembagian tangki penyimpanan air tersebut bertujuan untuk memperkuat pasokan air bersih yang sangat dibutuhkan oleh warga di berbagai wilayah Jakarta.
"Dengan peran CSR kami, kami harapkan juga kinerja dari perusahaan tetap berjalan, CSR-nya tetap kemudian semakin kuat," lanjut Arief. Ia berharap kontribusi PAM Jaya dalam menyediakan dan memberikan pelayanan air bersih kepada seluruh lapisan masyarakat Jakarta dapat berjalan semakin optimal dan berdampak luas.
Arief menutup laporannya dengan harapan agar segala proses pelayanan publik yang diemban oleh perusahaannya senantiasa diberikan kelancaran demi kesejahteraan warga ibu kota. "Dan insyaallah mudah-mudahan semuanya bisa dimudahkan agar Jakarta dan kemudian PAM Jaya bisa memberikan kontribusinya kepada masyarakat," kata dia.