Malam jatuh di Jakarta dan kota itu besar serta terbuka. Di sela-sela beton dan lampu jalan, ada orang-orang yang datang untuk mengambil apa yang bukan milik mereka. Mereka memotong pagar dan mencuri besi. Masyarakat menyebut mereka rayap besi. Kini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak untuk memburu mereka.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berdiri di Taman Ismail Marzuki pada Selasa petang. Wajahnya tenang namun bicaranya tegas. Menurut Pramono Anung, kamera pengawas telah dipasang di hampir semua Jembatan Penyeberangan Orang. Rekaman itu akan digunakan untuk mengenali wajah para pencuri.
"Sekarang ini hampir semua JPO kan sudah dipasang CCTV. Saya sudah minta didalami dan ditindaklanjuti untuk para pelakunya, mudah-mudahan bisa kita tangkaplah begitu," kata Pramono Anung. Suaranya tidak ragu. Dia tahu kota ini keras, tapi hukum harus tetap tegak.
Berdasarkan laporan yang diterima oleh pemerintah, besi-besi penunjang di beberapa jembatan telah hilang. Pencurian terbaru yang meresahkan warga terjadi di bawah Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur. Di sana, pagar besi yang menjaga taman hilang sedikit demi sedikit, lenyap ditelan malam.
Jakarta adalah kota yang luas dan orang-orang dari mana saja datang ke sana. Pramono Anung mengakui bahwa kejahatan selalu ada di kota yang terbuka. Namun, dia menolak untuk membiarkan ketakutan menang. Fasilitas publik adalah milik bersama dan harus dijaga dari tangan-tangan jahat.
"Jakarta ini sebagai kota yang terbuka, tentunya tidak bisa 100 persen tidak terjadi apa-apa. Saya sudah mengecek dan juga mendapatkan laporan mengenai adanya pencurian apa, besi-besi di beberapa JPO," kata Pramono Anung. Tindakan hukum akan berjalan dan sanksi administratif telah disiapkan bagi mereka yang tertangkap.
Pemerintah tidak akan memberi ampun. Jika pelaku adalah seorang siswa, haknya atas Kartu Jakarta Pintar akan dihentikan. Jika pelaku adalah orang miskin yang menerima bantuan sosial dari negara, bantuan itu akan diputus saat itu juga. Itu adalah keputusan yang adil untuk sebuah kota yang ingin tetap tertib.
"Saya sudah menyampaikan di internal, bagi siapa pun yang melakukan itu, kalau dia pelajar, maka apa, KJP-nya pasti akan kami cabut. Kalau dia penerima bansos, bansosnya tidak kita berikan," ujar Pramono Anung. Malam semakin larut di Jakarta, dan perburuan terhadap para perusak fasilitas kota baru saja dimulai.