Lelaki dan perempuan berkumpul di bawah atap Jakarta Kreatif Festival. Udara Jakarta terasa hangat, dan di sana, sebuah maklumat penting tentang masa depan masa muda dibicarakan. Pemerintah Indonesia, melalui sebuah badan bernama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, kembali membuka pintu yang telah lama ditunggu. Mereka membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026. Ada sepuluh jalan yang ditawarkan, sepuluh program untuk mereka yang berani bermimpi dan bekerja keras.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pendaftaran itu telah dimulai sejak hari terakhir di bulan Juni. Menurut Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti, program ini adalah cara pemerintah untuk memberikan ruang bagi jiwa-jiwa yang ingin menuntut ilmu lebih tinggi. Dari pantauan redaksi di lokasi diskusi, antusiasme masyarakat begitu terasa. Manusia-manusia muda menyimak dengan takzim, membayangkan universitas-universitas besar di dalam dan luar negeri yang kelak akan mereka singgahi.
"Saat ini LPDP sedang membuka beasiswa LPDP untuk tahap kedua. Kita membuka setidaknya ada 10 program beasiswa," ujar Risqi Sita Novanti dengan nada suara yang tenang namun tegas. Kalimat itu seperti angin segar bagi para pencari ilmu. Berdasarkan penjelasan dari pihak lembaga, program yang ditawarkan tidaklah main-main. Mulai dari Beasiswa STEM Industri Strategis yang menjadi ujung tombak, hingga Beasiswa SHARE yang menyentuh ranah sosial, humaniora, seni, agama, dan pendidikan.
Bukan hanya itu yang terpampang di atas meja rencana. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa pemerintah mencoba merangkul semua lini kehidupan. Mereka menyediakan Beasiswa Akselerasi, Double Degree, hingga program khusus untuk kader ulama dan ulama perempuan. Para atlet berprestasi, periset di Talenta Riset dan Inovasi Nasional, hingga dokter spesialis yang ingin mempertajam pisau bedah ilmu mereka, semuanya mendapat tempat yang adil.
Jalan menuju kelulusan tentu menuntut ketabahan yang nyata. Menurut penuturan resmi pihak penyelenggara, para pendaftar harus melewati tiga ujian besar yang menguji mental dan kecerdasan mereka. Ujian itu dimulai dari seleksi administrasi yang memeriksa ketelitian, seleksi bakat skolastik yang menguji ketajaman berpikir, dan diakhiri oleh seleksi substansi yang melihat kedalaman karakter manusia itu sendiri.
"Ini kabar baik yang kami dorong agar Bapak-Ibu nanti untuk mengajak putra putrinya," kata Risqi Sita Novanti memungkasi pembicaraan sore itu. Dari pantauan redaksi, sore mulai turun di Jakarta, namun semangat di ruangan itu tidak luntur. Negara sedang memanggil anak-anak mudanya untuk belajar, dan sepuluh jalur beasiswa ini adalah perahu yang siap mengantar mereka mengarungi samudra ilmu pengetahuan.