BALARAJA – Matahari bersinar terik di atas tanah Balaraja. Di sana, sebuah kampung kecil menunjukkan bagaimana sebuah peradaban dibangun dari bawah. Gubernur Banten Andra Soni datang dan menyaksikan sendiri keteguhan itu. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang adalah contoh nyata dari kekuatan bersama yang tak kunjung padam.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kampung ini tidak diam. Pendidikan anak usia dini, ruang taman baca, hingga denyut nadi usaha mikro kecil menengah (UMKM) tumbuh subur di sana. Berdasarkan pengamatan di lapangan, ruang-ruang sosial ini hidup karena tangan-tangan warga yang saling menopang satu sama lain tanpa banyak mengeluh.
“Saya datang ke sini dan merasa luar biasa. Saya melihat anak-anaknya sehat, UMKM-nya berkembang, dan acaranya disiapkan dengan sangat baik,” ujar Andra Soni saat menghadiri Festival Muharram Cengkok 1448 H/2026 M yang diinisiasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Cengkok Karya Mandiri pada Sabtu, 11 Juli 2026.
“Dengan semangat gotong royong, masyarakat Kampung Cengkok berhasil menghidupkan berbagai kegiatan sosial terlihat dari aktifnya pendidikan anak usia dini, taman baca, hingga pelaku UMKM yang berkembang,” tambah Andra Soni sambil memandangi kerumunan warga yang berkumpul dengan tertib.
Menurut Gubernur Banten, Festival Muharram yang digelar di tingkat kampung ini berlangsung dengan disiplin yang ketat dan profesional. Hal itu menjadi bukti bahwa kolaborasi yang tulus mampu melahirkan sesuatu yang besar dan bermutu tinggi. “Hal-hal baik seperti ini harus kita duplikasi. Amati, tiru, dan modifikasi,” ucapnya dengan nada tenang namun tegas.
Berdasarkan data panitia, Festival Muharram Cengkok 1448 H/2026 M bukan sekadar perayaan agama biasa. Acara ini memadukan urusan sosial, ekonomi, dan pelayanan publik secara nyata. Rangkaian kegiatan diisi dengan khitanan massal bagi 60 anak, bazar UMKM lokal untuk menggerakkan ekonomi, talkshow inspiratif, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pelayanan administrasi perekaman KTP elektronik.
Andra Soni juga berbicara tentang masa depan dan program-program pemerintah. Menurutnya, kesejahteraan rakyat harus diperjuangkan lewat kebijakan konkrit. Dia memaparkan Program Sekolah Rakyat bagi keluarga kurang mampu, Program Sekolah Geratis untuk tingkat SMA, SMK dan SKh swasta, pemotongan biaya haji, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak.
Gubernur juga menaruh perhatian pada masalah lingkungan yang kerap diabaikan orang-orang di kota besar. Menurut pandangannya, keselamatan bumi dimulai dari hal-hal kecil di dapur rumah tangga sendiri. Kebiasaan memilah sampah organik dan nonorganik dinilai krusial untuk mencegah bencana kebakaran akibat gas metana di tempat pembuangan akhir kelak.
“Kita harus mulai memilah sampah dari rumah. Itu langkah sederhana yang dampaknya sangat besar,” ujar Andra Soni mengingatkan.
Perayaan di kampung itu berakhir dengan khidmat. Sejumlah pejabat penting turut hadir menyaksikan gerakan swadaya ini, di antaranya Staf Khusus Menteri Haji dan Umrah RI Abdul Rahman Saputra, Staf Khusus Menteri Sosial RI Fuji Abdul Rahman, serta Bupati Tangerang Maesyal Rasyid yang datang bersama unsur Forkopimda dan para tokoh masyarakat setempat.