Lelaki itu duduk di Gedung Negara Provinsi Banten yang terletak di Kota Serang. Hari itu Senin, 6 Juli 2026. Gubernur Banten Andra Soni menerima kedatangan para pengurus Dewan Masjid Indonesia Provinsi Banten. Mereka datang membawa rencana yang besar tentang masjid dan manusia di sekitarnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan resmi, pertemuan tersebut membicarakan perkara pemberdayaan masjid dan masyarakat. Gubernur Andra Soni melihat hal ini sebagai sebuah langkah yang tepat. Baginya, masjid bukan sekadar bangunan untuk bersujud, melainkan sebuah pusat peradaban yang mampu menggerakkan ekonomi dan membina umat.
"Alhamdulillah, tadi kita menerima DMI Provinsi Banten, ada beberapa hal yang dibahas. Intinya Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik program-program yang disampaikan DMI," kata Andra Soni dengan nada tegas dan penuh keyakinan.
Menurut Ketua DMI Provinsi Banten KH Bunyamin Hafidz, ada beberapa urusan penting yang membutuhkan dukungan penuh dari pihak pemerintah. Urusan pertama adalah tentang kepastian hukum atas tanah milik umat. Mereka ingin tanah-tanah itu aman.
"Program pertama adalah sertifikasi tanah wakaf, yang meliputi wakaf masjid, musala, majelis taklim, pondok pesantren, hingga sekolah agama. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri ATR/BPN, Bapak Nusron Wahid, dan kami berharap dapat terus disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Banten," ujar KH Bunyamin Hafidz.
DMI Provinsi Banten tidak hanya memikirkan tanah, tetapi juga manusia yang merawatnya. Mereka memperjuangkan nasib para marbot, guru ngaji, dan imam masjid. Orang-orang ini telah mengabdi lama tanpa banyak menuntut. DMI ingin mereka mendapatkan jaminan sosial melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami ingin marbot, guru ngaji, dan imam masjid dapat bergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan. Manfaatnya sangat besar, mulai dari perlindungan apabila terjadi kecelakaan kerja hingga santunan kematian," ucap KH Bunyamin Hafidz menjelaskan.
Bukan hanya urusan sosial dan hukum, modernisasi juga mulai menyentuh beranda tempat ibadah. Berdasarkan rencana kerja mereka, DMI mengusulkan penyediaan fasilitas pengisian daya motor listrik di masjid-masjid yang dinilai layak. Targetnya tidak main-main, ada sekitar 3.000 masjid di tanah Banten yang akan dipersiapkan untuk masa depan yang ramah lingkungan.
Pertemuan itu ditutup dengan sebuah rencana perayaan budaya yang kuat. DMI Provinsi Banten bersiap menggelar Festival Panjang Mulud saat bulan September tiba. Ini adalah cara mereka menjaga ingatan dan merawat tradisi Islam yang telah lama mengakar di tanah ini.
"Insya Allah, pada bulan Mulud atau September nanti kami akan mengadakan Festival Panjang Mulud," kata KH Bunyamin Hafidz memungkasi pembicaraan.