Lelaki dan tanah itu butuh kesembuhan, dan jarak seringkali menjadi musuh yang kejam. Di Bukit Tengah, Kabupaten Kerinci, Jambi, sebuah fondasi baru diletakkan di atas tanah. Pemerintah membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di sana. Itu adalah langkah nyata untuk mendekatkan pelayanan medis yang selama ini jauh dari jangkauan masyarakat setempat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Batu pertama telah ditanam ke dalam tanah oleh Gubernur Jambi. Menurut Gubernur Jambi Al Haris di Kerinci pada hari Minggu, pembangunan ini adalah sebuah jawaban mutlak. "Pembangunan Rumah Sakit Bukit Tengah bisa memperpendek akses layanan kesehatan, mengurangi rujukan ke luar daerah, dan meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi warga Kerinci," kata Al Haris dengan nada yang tegas dan penuh keyakinan.
Berdasarkan keterangan pemerintah, proyek ini lahir dari sebuah perjuangan yang panjang melalui pengajuan ke Kementerian Kesehatan. Sejak wilayah itu dimekarkan menjadi dua daerah administratif pada tahun 2008, yaitu Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, masyarakat Kerinci kehilangan rumah sakit mereka. Rumah sakit yang ada, RSUD H.A Thalib, secara resmi masuk ke dalam wilayah administrasi Kota Sungai Penuh. Kebutuhan akan tempat merawat orang sakit di Kerinci menjadi sangat mendesak.
Waktu berjalan cepat, dan pekerjaan harus diselesaikan sebelum musim berganti. "Kita berharap proyek ini berjalan cepat, Juli kita mulai, Desember target selesai bersamaan dengan pengadaan alat kesehatan," tambah Al Haris. Uang dalam jumlah besar dikerahkan untuk urusan ini. RSUD Kerinci dibangun dengan anggaran sebesar Rp137,5 miliar yang bersumber dari dana APBN, ditambah lebih dari Rp50 miliar untuk pengadaan alat-alat medis.
Pekerjaan berat ini dirancang untuk selesai dalam satu tahun anggaran yang singkat. Targetnya adalah bulan Desember, dengan harapan rumah sakit besar ini dapat beroperasi penuh pada tahun 2027. Di dalam gedung itu nanti, akan ada layanan cuci darah, pusat penanganan jantung, dan kemoterapi. Pelayanan itu dibuat agar orang-orang sakit di Kerinci tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Sumatera Barat atau Kota Jambi hanya untuk bertahan hidup.
Dokter yang baik adalah kunci dari sebuah rumah sakit yang hidup. Gubernur Al Haris optimistis bahwa ketika fasilitas selesai dan manusia-manusia yang mengoperasikannya siap, pelayanan medis di Kerinci akan menjadi kuat. "Untuk ketersediaan dokter spesialis, nanti ada program pendidikan dokter spesialis sebagai jalur untuk meningkatkan jumlah dan kualitas dokter di daerah," jelasnya.
Tanah seluas 3,5 hektare telah disiapkan untuk bangunan penting ini. Menurut Bupati Kerinci Monadi, rumah sakit tersebut nantinya akan dirancang untuk menjadi fasilitas medis tipe C. Monadi meminta kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Kerinci untuk menjaga dan mendukung jalannya pembangunan ini agar tidak ada aral yang melintang.
Kerja bersama adalah hal yang membuat hal-hal besar menjadi mungkin di atas tanah ini. "Kami juga berterima kasih kepada pimpinan DPRD yang telah mengalokasikan tanah dan pembiayaan, kolaborasi ini sangat menentukan," ucap Bupati Monadi menutup pembicaraan.