Lelaki dan anak-anak berkumpul di bawah langit Kedungwaringin. Angin bertiup rendah di Lapangan Masjid Jami An Nur, Desa Waringinjaya. Di sana, Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan dukungan mereka pada hari Minggu. Mereka datang untuk sebuah urusan yang baik, memberikan santunan kepada 500 anak yatim yang berasal dari tujuh desa di wilayah tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan resmi, agenda sosial ini telah memasuki tahun ketiga. Kegiatan ini bukan sekadar upacara, melainkan usaha nyata masyarakat untuk menjaga anak-anak yang kehilangan ayah mereka. Dari pantauan redaksi di lokasi, antusiasme warga dan ketertiban acara memperlihatkan kerinduan yang mendalam akan solidaritas sosial yang kokoh.
Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin, acara ini adalah ruang kegembiraan bagi anak-anak. "Hari ini merupakan hari kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Jangan pernah berkecil hati. Rasulullah SAW juga tumbuh sebagai anak yatim, namun mampu menjadi pemimpin umat yang sukses. Semoga ini menjadi motivasi bahwa keberhasilan lahir dari perjuangan dan keteguhan hati," ucap Endin dengan nada yang berat dan pasti.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Endin Samsudin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para donatur, Unit Pengumpul Zakat An Nur, pemerintah desa, dan panitia yang bekerja tanpa pamrih. Dia percaya bahwa kepedulian yang konsisten akan membentuk watak masyarakat yang kuat dan saling menopang dalam menghadapi masa-masa sulit.
Menurut Endin, kebaikan yang mengalir hari ini harus menjadi benih bagi masa depan. "Mudah-mudahan apa yang didonasikan oleh para donatur, senantiasa bermanfaat untuk anak-anak kita dan menjadi keberkahan. Ke depan, semoga anak-anak kita ini menjadi anak yang sukses dan tentunya kelak mampu berbagi dengan yang lainnya," katanya menambahkan.
Menurut Ketua Unit Pengumpul Zakat An Nur Desa Waringinjaya Tijar Ashari, jumlah penerima manfaat terus bertambah setiap tahunnya. Pada tahun pertama, mereka hanya mampu menjangkau 130 anak. Angka itu naik menjadi 180 anak pada tahun berikutnya, hingga akhirnya melonjak tajam mencapai 500 anak yatim pada tahun 2026 ini.
Berdasarkan catatan keuangan panitia, dana yang berhasil dihimpun dari para donatur dan masyarakat mencapai Rp94.988.000. Lembaga ini juga tidak bekerja setahun sekali. Dari pantauan redaksi, mereka bergerak setiap bulan untuk menyokong hidup 33 anak yatim binaan, 86 warga dhuafa lanjut usia, guru ngaji, marbot masjid, hingga pengurus makam.
Menurut Tijar Ashari, tujuan akhir dari gerakan ini adalah kemandirian ekonomi dan spiritual para penerima bantuan. "Kami ingin merubah para Mustahik agar bisa menjadi Muzaki di kemudian hari. Harapannya minimal para yatim binaan ke depan mereka menjadi orang sukses sehingga di masa depan bisa menjadi Muzaki atau pemberi bantuan kepada anak-anak yatim lainnya," tutur Tijar mengakhiri percakapan.