Laut utara sedang bergolak saat sebuah mara bahaya mengancam ketenangan di perairan Kepulauan Seribu. Dari pantauan redaksi, sebuah kapal motor pembawa ratusan nyawa mendadak kehilangan dayanya di tengah lautan luas. Sebanyak 150 penumpang Kapal Motor (KM) Makmur Jaya beruntung dapat diselamatkan setelah kapal mereka lumpuh total akibat kerusakan mekanis di sebelah barat Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Laporan petaka itu pertama kali masuk ke daratan menjelang siang hari, tepatnya pada pukul 10.20 WIB. Berdasarkan keterangan resmi dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, alarm bahaya ditiupkan oleh salah satu penumpang yang berada di atas dek.
"KM Makmur Jaya sedang berlayar dari Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan menuju Pulau Pramuka," kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat, Budi Haryono, menceritakan kembali awal mula pelayaran yang hampir berujung petaka tersebut.
Penyebab utama lumpuhnya kapal motor itu segera terkuak setelah pemeriksaan intensif dilakukan di ruang mesin. Menurut penjelasan Budi Haryono, para anak buah kapal menemukan fakta bahwa pasokan bahan bakar mereka telah terkontaminasi oleh air laut. Akibat kontaminasi fatal itu, ruang bakar mesin mati total dan membiarkan kapal terombang-ambing tak berdaya selama sepuluh menit di tengah ombak.
Bencana tidak datang sendirian karena arus laut yang menderu deras berpadu dengan embusan angin timur yang kencang mendorong lambung kapal semakin menjauh dari jalur aman. Laut yang keras itu menyeret KM Makmur Jaya hingga akhirnya terdampar di pesisir barat Pelabuhan Pulau Pari, mendekati kawasan Pantai RT 03/04, Kelurahan Pulau Pari.
Menanggapi ancaman nyata tersebut, Suku Dinas Gulkarmat bertindak cepat dengan mengerahkan satu unit rescue boat, satu perahu motor, dan empat personel Satuan Tugas penyelamat ke lokasi kejadian. Dari pengamatan tim redaksi, operasi penyelamatan ini berkembang menjadi kerja besar yang melibatkan berbagai unsur mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, KSOP, hingga petugas medis puskesmas setempat.
"Seluruh penumpang berhasil dievakuasi ke Dermaga Pulau Pari dalam kondisi selamat. Petugas memprioritaskan proses evakuasi terhadap kelompok rentan, seperti lanjut usia dan anak-anak," ujar Budi Haryono saat menjelaskan jalannya operasi penyelamatan.
Sebelum bantuan dari darat tiba, kepasrahan sempat dilawan oleh solidaritas orang-orang laut. Menurut penuturan Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Pari, Arif Irwansyah, para nelayan setempat telah mencoba memberikan bantuan awal dengan mengikatkan tali dan menarik KM Makmur Jaya menggunakan dua perahu kayu mereka. Namun, ikhtiar itu kandas dihempas ombak besar dan arus laut yang terlalu kuat.
Setelah melewati ketegangan di atas air, seluruh penumpang akhirnya dapat menapakkan kaki di dermaga untuk menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tim medis. Ketika jarum jam menunjukkan pukul 13.30 WIB, setelah dipastikan tidak ada satu pun korban cedera, rombongan penumpang itu kembali diberangkatkan menggunakan kapal pengganti untuk menyelesaikan perjalanan mereka yang tertunda menuju Pulau Pramuka.