Di bawah langit Palembang, para pemuda berkumpul mencari jalan baru dalam hidup mereka. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, berdiri tegak setelah membuka Sultan Muda Fair 2026 pada hari Senin. Ia membawa angka-angka yang berbicara tentang harapan. Ada sepuluh ribu lebih anak muda yang ingin mandiri, tepatnya 10.334 orang yang kini telah terdaftar dalam program itu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan Herman Deru, angka tersebut adalah bukti nyata tentang gairah yang besar. Anak-anak muda ini menolak diam. Mereka memilih belajar tentang cara mengelola uang dan membangun usaha. "Hari ini disampaikan bahwa peserta Sultan Muda sudah mencapai lebih dari 10 ribu orang, tepatnya 10.334 orang yang telah terdaftar," katanya dengan nada penuh keyakinan.
Menurut pandangan sang gubernur, masa depan adalah milik mereka yang paham teknologi. Pemerintah daerah bersekutu dengan OJK untuk menempa anak-anak muda ini dengan literasi keuangan digital. Ini adalah senjata penting untuk menghadapi ekonomi baru yang bergerak cepat. Pemuda yang paham keuangan digital diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan memangkas angka pengangguran yang meresahkan.
Herman Deru memandang para pemuda sebagai modal terbesar daerah. "Kita mendengarkan paparan mengenai pentingnya menyiapkan aset terbesar kita, yaitu anak-anak muda yang memahami dunia digital, khususnya yang berkaitan dengan literasi keuangan," ujarnya. Ia juga menghormati langkah OJK Sumsel yang telah mendirikan Sultan Muda Fair demi memperkuat kepercayaan pasar pada sistem keuangan.
Harapan besar diletakkan pada pundak program ini. Herman Deru ingin gerakan ini tidak berhenti di tengah jalan. "Kita berharap program Sultan Muda akan terus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan, dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan angka pengangguran yang terus menurun," kata dia dengan suara berat.
Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, menatap program ini sebagai sebuah perjalanan panjang yang lurus. Membentuk seorang pengusaha tidak bisa dilakukan dalam semalam, dan mereka tidak mencari hasil yang instan. OJK membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang butuh bimbingan, bahkan saat malam telah larut.
"Kami menyiapkan tempat konsultasi, termasuk layanan setelah jam kerja, sehingga peserta dapat berkonsultasi secara gratis apabila menghadapi permasalahan dalam menjalankan usahanya," kata Arifin Susanto. Program Sultan Muda Sumsel sendiri merupakan langkah bersama Pemprov Sumsel dan OJK yang memiliki target besar untuk melahirkan 100.000 wirausaha muda baru yang mandiri melalui digitalisasi dan pemanfaatan produk lokal.