Jalanan Medan selalu keras, dan hari itu matahari bersinar tanpa ampun di atas aspal Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Baru. Menurut laporan dari ketua umum komunitas ojek online Godams, Agam Zubir, seorang wanita tunarungu bernama Rossa Amelia sedang melaju untuk mengantarkan paket ekspres pada Minggu, lima Juli. Kota ini sibuk, dan di tengah kebisingan yang tidak bisa dia dengar, sebuah angkutan kota nomor 103 menghantam sepeda motornya dari belakang. Benturan itu keras dan seketika menjatuhkan tubuhnya ke tanah.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi melalui rekaman video yang beredar luas di media sosial, wanita itu menangis di tengah debu jalanan setelah terhempas dari kendaraannya. Tubuhnya tak berdaya dan dia sempat kehilangan kesadaran di lokasi kejadian. Menurut pengamatan tim redaksi, sopir angkot yang menabraknya memilih melarikan diri ke dalam arus lalu lintas dengan dalih harus mengantarkan penumpang yang tersisa, meninggalkan tanggung jawab di atas aspal yang panas.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, para pengemudi ojek online lainnya segera bertindak dengan membawa korban yang terluka ke rumah sakit terdekat. Sepeda motor milik korban yang ringsek kemudian dititipkan untuk sementara waktu di sebuah kios salon kecantikan wanita yang berada tak jauh dari titik kecelakaan. Itu adalah keputusan yang masuk akal di tengah situasi yang kacau, namun jalanan selalu menyimpan bahaya lain.
Kemalangan tidak berhenti sampai di sana bagi wanita asal Jalan Amal Luhur tersebut. Menurut penjelasan Agam Zubir, ketika rekan-rekan sesama pengemudi ojek online kembali ke kios salon untuk mengambil sepeda motor itu, kendaraan tersebut sudah tidak ada di tempatnya. Pemilik salon mengatakan bahwa seorang pria telah datang dan membawa pergi sepeda motor tersebut dengan klaim yang meyakinkan.
Dari pantauan redaksi terhadap pemeriksaan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, tabir penipuan itu akhirnya terungkap. Pria yang membawa kabur sepeda motor tersebut bukanlah kerabat korban, melainkan salah satu orang yang berpura-pura menolong saat kecelakaan terjadi. Pria itu memanfaatkan situasi dengan mengaku sebagai anggota keluarga korban untuk mengelabui pemilik salon, sebuah tindakan keji yang terjadi di bawah terik matahari Kota Medan.