Lelaki itu harus menghemat uang ketika kas mulai menipis. Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Sekretariat DPRD mengambil langkah serupa. Mereka menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Ini adalah keputusan yang harus diambil demi menyesuaikan belanja daerah, hal yang juga dilakukan oleh organisasi perangkat daerah lainnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Sekretaris DPRD Kabupaten Paser, Iskandar Zulkarnain, di Tanah Grogot pada Senin, efisiensi dilakukan dengan cara yang tegas. Mereka membatasi pendampingan kegiatan anggota dewan. Mereka juga memangkas intensitas perjalanan dinas yang tidak perlu.
"Apabila terdapat kunjungan kerja yang bersifat mendesak, pendampingan dari sekretariat kini cukup dilakukan oleh satu orang staf," kata Iskandar. Kalimatnya pendek dan jelas, seperti cara kerja yang dia inginkan sekarang.
Berdasarkan keterangannya, pembatasan perjalanan dinas ini bukan hal baru. Kebijakan ini telah berjalan selama beberapa bulan terakhir. Tujuannya satu, yaitu mengendalikan pengeluaran operasional sekretariat agar tidak runtuh.
"Pada bulan sebelumnya kami hanya dua kali melaksanakan perjalanan dinas ke Samarinda untuk mendampingi agenda Panitia Khusus (Pansus)," ujar Iskandar lagi. Perjalanan yang sedikit berarti uang yang tersisa lebih banyak.
Penghematan tidak berhenti di jalan raya. Di dalam ruang rapat yang dingin, penyesuaian juga terjadi. Sekretariat DPRD Paser mengubah aturan penyediaan konsumsi rapat internal. Dulu mereka menyediakan makanan berat yang mahal. Sekarang, hidangan itu dipangkas menjadi makanan ringan saja.
Menurut Iskandar, langkah efisiensi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan anggaran. Tugas mereka adalah mempertahankan pelayanan administrasi dan mendukung legislatif, tanpa harus menghabiskan banyak biaya.
Pekerjaan berat selalu menyisakan hambatan di awal. Iskandar mengakui bahwa pada awal penerapan kebijakan, ritme kerja sempat terganggu. Beberapa kegiatan terlambat terlaksana. Namun, waktu dan adaptasi telah menyelesaikan masalah tersebut.
"Setelah melalui proses penyesuaian, ritme kerja sudah kembali normal sehingga seluruh program kerja dapat diselesaikan dengan baik," kata Iskandar dengan tenang.
Kini Sekretariat DPRD Paser terus melangkah dengan komitmen baru. Mereka tetap mendukung fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dengan optimal. Mereka bekerja dalam keterbatasan anggaran, namun tetap menjaga efisiensi dengan kepala tegak.